DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal



Marhaban_Ya_Ramadhan
Tradisi Santri Mengaji Kitab Kuning Saat Ramadan
Senin, 12-06-2017 | 05:10 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com  Terlihat para satriwati di Pondok Pesantren Putri Al Iman , Jalan Ponorogo-Madiun, Babadan, Ponorogo. Ratusan santriwati tersebut begitu serius mengikuti pembelajaran mengaji Kitab Kuning oleh pengurus pondok, untuk mengisi waktu sambil menunggu berbuka puasa.
Berbeda dengan bulan biasanya, pada bulan Ramadhan ini, proses pembelajaran Kitab Kuning diajarkan lebih cepat dan dapat diikuti oleh seluruh tingkatan santriwati. Membaca Kitab Kuning berfungsi melatih para santriwati untuk dapat mengerti makna dari kitab tersebut.

Bagi para santriwati belajar Kitab Kuning bukan merupakan hal yang mudah, karena kitab tersebut bersifat gundul atau tanpa harokat (tanda baca) dan hanya bisa dimaknakan oleh yang sudah paham tentang Bahasa Arab .

Untuk bisa membaca Kitab Kuning berikut arti harfiahnya, maka para santriwati harus membaca kalimat per kalimat secara menyeluruh dan dibutuhkan waktu lama.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Putri Al Iman, KH Imam Bajuri, kebanyakan naskah para ulama pada zaman dulu dari berbagai disiplin ilmu, ditulis di atas kertas kuning. Sehingga orang sering menyebutnya sebagai Kitab Kuning atau Kitab Gundul.

Rata-rata para pendiri pondok pesantren salaf di seantero Pulau Jawa belajar membaca Kitab Kuning ini secara khusus dengan rentang waktu yang cukup lama . Dengan terus membaca dan mengajarkan kitab kuning, secara tidak langsung, ikut melestarikan mengaji kitab agama Islam kuno ini.(end)


Berita Terkait

Marhaban_Ya_Ramadhan
Tradisi Santri Mengaji Kitab Kuning Saat Ramadan
12-06-2017 | 05:10 wib

Peristiwa
Kementrian Agama Kediri Galakkan Ngaji Kitab Kuning
08-06-2017 | 20:18 wib

Peristiwa
Kementrian Agama Kediri Galakkan Ngaji Kitab Kuning
08-06-2017 | 07:18 wib

Metropolis
Jelang Ramadhan, PKS Jatim Gelar Lomba Baca Kitab Kuning
16-05-2017 | 16:34 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062