Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Dari 65 Guru SMP Tes Swab, 4 Guru Dinyatakan Positif Corona
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi



Kesehatan
Kakak Beradik Derita Lumpuh Layu, Yaitu Penyakit Langka Belum Ada Obatnya
Kamis, 14-09-2017 | 13:04 wib
Reporter : Agus Bondan, Muhammad Imron Danu
Keduanya hanya mendapat informasi dari dokter, bahwa penyakitnya termasuk langka dan belum ada obatnya. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari kakak beradik ini, ditangung saudara serta tetangganya. Foto Danu
Tulungagung pojokpitu.com  Kakak beradik , warga di Tulungagung , mengalami lumpuh layu sejak usia remaja dan hingga saat ini belum ada dokter yang bisa mengobati penyakitnya tersebut
Adalah Edi Sukarman (31), dan Sri Endah Hari Puji Astutik , (39), menderita lumpuh layu. Untuk bisa sembuh sepertinya harus di kubur dalam, sebab hingga saat ini belum ada dokter yang bisa mengobati penyakitnya tersebut .

Warga Desa Banaran Kecamatan Kauman Tulunggagung ini, pernah mendapat informasi dari dokter bahwa penyakitnya termasuk langka dan belum ada obatnya .
 
Edi Sukarman mengaku pernah berobat hingga dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, bersama kakaknya Sri Endah Hari Puji Astutik .
 
Enam kali menjalani pemeriksaan serta pengobatan di RSU dr Soetomo, dia mendapatkan informasi jika penyakitnya merupakan penyakit langka. Karena beranggapan tidak ada harapan sembuh, akhirnya Edi memutuskan berhenti berobat.

Saat itu Edi berusia 18 tahun atau sekitar tahun 2004 lalu. Dia berobat untuk mengetahui kondisi tubuhnya, sebab sejak usia SMP umur 14 tahun tubuhnya semakin hari semakin mengecil.

Bahkan kondisinya semakin lemah dan membuatnya tidak bisa naik sepeda. Kini Edi hanya bisa duduk di kamar tidurnya. Sementra sang kakak  Sri Endah Hari Puji Astutik sudah tak bisa beranjak dari kasur kamarnya, karena gampang capek dan pusing .

Selama ini, untuk memenuhi aktivitas ke kamar madi dan kebutuhan sehari-hari, keduanya dibantu oleh saudara-saudaranya yang tak jauh dari rumahnya itu. Serta mendapat uluran dari bantuan warga, dan tetangga sekitar maupun dari desa.

Menurut Musrikah kerabat edi dan Sri, bantuan tersebut untuk dibelikan obat yang dibutuhkan, dan memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari hari.
 
Keluarga berharap suatu saat keduanya akan kembali sehat. Serta pemerintah untuk dapat membantu kesembuhannya. (pul)


Berita Terkait

Kesehatan
Balita Lumpuh Layu Ini Butuh Bantuan Dermawan
18-12-2015 | 09:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062