KPU Surabaya Gelar Launching Pilwali Surabaya 2020
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamongan
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Aliran Sungai
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan



Hukum
Korupsi Dana Bencana 2,1 M, Kejari Mojokerto Geledah Kantor BPBD
Rabu, 29-04-2015 | 19:00 wib
Reporter : Taufik Lubis
Joko Sukartika koruptor dana bencana BPBD kab. Mojokerto kini menjadi buron. Rabu (29/4). foto : Taufik Lubis.
pojokpitu.com Tindak lanjut korupsi dana pemulihan pasca-bencana senilai Rp. 2,1 Milyar, tim khusus anti korupsi kejaksaan negeri Mojokerto menggeledah kantor badan penanggulangan bencana daerah, BPBD dan menyita sejumlah dokumen yang diduga kuat sebagai bukti transaksi tersangka. Sampai saat ini tersangka Joko Kartika masih buron.
Tim khusus anti korupsi kejaksaan negeri Mojokerto, menggeledah kantor BPBD kabupaten Mojokerto terkait korupsi dana pemulihan pasca-bencana senilai Rp. 2,1 Milyar  olah bendahara BPBD Mojokerto, Joko Sukartika.

Dengan didampingi kepala dinas BPBD Mojokerto, Tanto Suhariadi, tim menggeledah ruangan tersangka, dan memeriksa sejumlah dokumen yang di duga kuat sebagai bukti transaksi tersangka.

Tersangka terancam dipecat dari pegawai negeri sipil, karena lamanya tidak masuk kerja dan menjadi status tersangka oleh kejaksaan negeri mojokerto.  

Tanto Suhariadi, menjelaskan jika khasus stafnya yang sudah lama tidak masuk kerja dan menjadi tersangka oleh  dan sudah melaporkan ke BPKPP dan inspektorat.

Kasi pidsus kejari Mojokerto Andy Ardhani menyatakan dari penggeledahan di ruangan tersangka tim menyita sejumlah dokumen penting berisi bukti pelaksanaan kegiatan dan proses pencairan dana rehabilitasi dan rekontruksi pasca-bencana.

Pada tahun 2013 lalu,BPBD kabupaten Mojokerto mendapatkan hibah dari badan nasional penanggulangan bencana pusat, senilai Rp. 10 Milyar  untuk pemulihan kawasan pasca-bencana seperti banjir dan kekeringan.(fer).




Berita Terkait

Pilkada
Koalisi PKB-PDIP Dukung Kartika-Saim Maju Dalam Pilkada Lamo...selanjutnya
15-08-2020 | 18:07 wib

Peristiwa
Diduga Limbah Pabrik, Busa Mirip Hamparan Salju Tutupi Alira...selanjutnya
15-08-2020 | 18:00 wib

Politik
Rawan Terpapar Covid 19, Reni Astuti Minta Guru WFH
15-08-2020 | 17:32 wib

Pendidikan
Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diter...selanjutnya
15-08-2020 | 17:08 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062