Ekonomi Dan Bisnis
Ternak Lebah Madu di Lereng Gunung Bromo, 6 Bulan Sudah Panen
Senin, 27-11-2017 | 11:50 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Warga lereng bromo Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo ini banyak menggeluti bisnis sebagai peternak lebah madu. Di sepanjang area lahan kosong banyak berjejer kotak kotak yang bersisi lebah madu. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com  Siapa sangka ternak lebah madu merupakan salah satu bisnis menjajikan dan omsetnya bisa mencapai Rp 500 juta. Seperti yang dilakukan sebagian besar warga lereng Bromo di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, yang bermata pencaharian utama sebagai peternak lebah madu.
Berita Video : Ternak Lebah Madu di Lereng Gunung Bromo, 6 Bulan Sudah Panen
Salah satunya peternak lebah madu adalah Miarso, warga Desa Negororejo. Saat ini dia memiliki 200 kotak lebah yang dia tempatkan secara berjejer di area lahan tanaman sengon.
 
Hanya saja, pada akhir bulan November ini, madu yang dihasilkan berkurang drastis. Ada waktu 6 bulan sekali, peternak madu akan mengalami paceklik. Untuk mengantisipasi lebah tetap menghasilkan madu dan tidak pergi dari kotak yang ada, peternak terpaksa memberi makan tambahan gula putih.
 
Menurut Miarso, paceklik ini akan berakhir pada 6 bulan berikutnya. Peternak akan menikmat hasil madu melimpah, dan akan menikmati hasil panen hingga Rp 500 juta. 

"Harga madu setiap botolnya bervariasi, kisaran Rp 80 ribu sampai ratusan ribu tergantung jenis madunya," kata Miarso.
 
Di kecamatan lumbang sendiri ada beberapa jenis madu, diantaranya, madu hutan, madu randu, madu mangga, madu karet, madu alpukat, madu sengon dan masih banyak lagi. Jika rutin mengkosumsi madu asli, pasti sangat berguna bagi kesehatan tubuh. (pul)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Ternak Lebah Madu di Lereng Gunung Bromo, 6 Bulan Sudah Pane...selanjutnya
27-11-2017 | 11:50 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062