Kesehatan 

Pihak rumah sakit berdalih terjadinya krisis obat karena memiliki hutang mencapai Rp 9 milyar. Namun banyak pihak memiliki hutang ke rumah sakit, termasuk BPJS mencapai Rp 21 milyar. Foto Farid
RSUD dr. Mohamad Saleh Mengaku, Krisis Obat Karena BPJS Punya Hutang
Sabtu, 06-01-2018 | 12:41 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo - Hingga saat ini RSUD dr Mohamad Saleh, di Kota Probolinggo masih mengalami krisis obat. Baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap.


Dampak krisis obat ini, pasien rawat jalan dan rawat inap diselimuti keresahan. Berbagai macam obat sampai saat ini masih dalam kondisi kosong. Kelangkaan obat sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan sejumlah jenis obat tertentu sudah tidak ada, hingga pasien harus mencari obat di luar apotek rumah sakit.
 
Sampai sejauh ini, belum ada tanda tanda pihak rumah sakit milik pemerintah kota proolinggo ini  akan menyelesaikan terkait kelangkaan obat ini.
 
Menurut Susilowati, Kabag Keuangan RSUD dr. Mohamad Saleh, penyebab kasus ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya banyak tanggungan berbagai pihak ke rumah sakit.
 
"Berbagai pihak itu mempunyai piutang ke rumah sakit, diantaranya tanggungan pasien umum sebesar Rp 600 juta, PT Kertas Leces sebesar Rp 500 juta, PT Kereta Api Indonesia sebesar Rp 55 juta dan BPJS sebesar rP 21 milyar selama 3 bulan," kata Susilowati. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062