Ekonomi Dan Bisnis 

Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi di Jawa Timur
Jum'at, 12-01-2018 | 03:16 wib
Oleh : Usrox Indra
Sidoarjo - Kenaikan harga beras menjadi salah satu penyebab tingginya angka inflasi di Jawa Timur. Tahun 2017 jumlah inflasi di Jawa Timur mencapai 44,0 persen, lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 3,8 persen.

Berita Video : Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi di Jawa Timur

Padahal angka inflasi di jawa timur di tahun-tahun sebelumnya di bawah 4 persen dan juga di bawah angka inflasi nasional. Selain beras ada komoditas lain, seperti naiknya harga cabe, daging ayam dan telur ayam.

Kenaikan harga beras di Jawa Timur yang memicu inflasi ini menjadi fenomena baru.  Mengingat jawa timur merupakan sentra penghasil beras di Indonesia. Provinsi Jawa Timur selalu surplus karena mampu memproduksi 8 juta ton beras setiap tahun, sementara kebutuhan beras hanya 4 juta ton per tahun.

Menurut asisten bidang ekonomi dan pembangunan Pemprov Jatim, Fattah Jasin, kenaikan harga beras terutama jenis medium, dikarenakan semakin banyaknya petani yang menanam padi untuk beras premium.

"Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Pertanian, akan berupaya menyeimbangkan antara produksi beras medium dengan premium." Kata Fattah Jassin.

Seperti diketahui harga beras jenis medium, terus mengalami kenaikan di sejumlah wilayah Jatim, kenaikan harga beras antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogramnya.

Harga eceran tertinggi beras jenis medium hanya Rp 9.300 per kilogramnya, naik hingga di atas Rp 10.000 rupiah, bahkan di Kabupaten Sumenep, harga beras medium sempat mencapai Rp 13.000, melebihi harga eceran tertinggi beras premium Rp 12.800 per kilogram. (Pul)


Berita Terkait

25-07-2018 | 17:09
Stok Beras Habis, Ratusan Warga Penerima BPNT Keleleran...

23-07-2018 | 11:39
Pasokan Berlimpah, Harga Beras di Bojonegoro Turun