Ekonomi Dan Bisnis 

Di Guyur Hujan terus, Petani Cabai Gagal Panen
Sabtu, 13-01-2018 | 14:41 wib
Oleh : Moch.Asrofi
Blitar - Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat petani cabai mengeluh. Sebab akibat guyuran hujan cabai yang hendak dipanen banyak yang membusuk dan jumlah panen pun menurun ,terpaksa sbagian tanaman harus di cabut dan di panem lebih awal.


Kondisi ini diperparah  harga jual cabai di petani dinilai rendah, hingga mereka terancam merugi pada musim ini. Diungkapkan oleh salah satu petani cabai di Desa Ringinanom  Kecamatan Udanawu  Kabupaten Blitar,  Saiful  ( 45), bahwa sejak hujan yang terus menerus hampir sebulan ini ,membuat tanaman cabai layu dan membusuk . "Sekarang jumlah panen berkurang, sebagian banyak yang mati dan di cabut diganti denan tanaman lain," Ungkap Saiful,Sabtu ( 13/1).

Menurut Saiful , harga cabai  mulai menurun  sejak sebulan terakhir . Saat ini perkilogram  harga cabai keriting dari petani Rp 25  ribu per kilogram. Harga seperti ini tidak setara dengan produksinya , pupuk dan bibitnya mahal.

Saat ini di wilayah Kecamatan Udanawu terdapat lebih 100 hektar tanaman cabai mengalami nasib yang sama. Tak sedikit diantara petani yang mencabuti tanaman cabai mereka  dan menggantinya dengan tanaman polowijo yang tahan dengan musim penghujan. "Saya berharap musim penghujan segera berakhir dan harga cabai kembali naik ,jika harga terus menurun  membuat kami merrugi," ujarnya.


Berita Terkait

27-08-2018 | 13:14
Atasi Kekeringan, Petani Cabe Manfaatkan Sumber Air Dal...

01-08-2018 | 18:19
Kenaikan Harga Telur , Cabe Rawit dan BBM Picu Inflasi ...

25-07-2018 | 01:09
Duh, Harga Cabe Rawit Tembus Rp 50 Ribu

19-07-2018 | 04:36
Stok Berkurang, Harga Cabe Rawit Melejit



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062