Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Dari 65 Guru SMP Tes Swab, 4 Guru Dinyatakan Positif Corona
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi



Pilkada
Ribuan Warga Terancam Tak Bisa Nyoblos
Sabtu, 03-02-2018 | 14:02 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com  Ribuan warga Magetan diprediksi tak bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu bupati dan wakil bupati Magetan Juni 2018 mendatang. Hal itu disebabkan sebagian dari warga Magetan bekerja di luar daerah hingga luar negeri.
Data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan, hingga tahun 2017 ada 1.475 warga Magetan yang bekerja di luar negeri, seperti Singapura,Hongkong,Taiwan, Brunei, dan lainnya.

Kepala Disnaker Magetan, Suyadi, mengatakan, pihaknya memang tidak bisa memastikan apakah mereka bisa pulang untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu bupati dan wakil bupati Magetan, karena mereka sudah terikat kontrak kerja.

Tidak hanya warga yang menjadi buruh migran Indonesia diluar negeri dan ada ribuan warga lainnya yang bekerja di luar daerah atau luar Jawa, seperti di batam yang mencapai 3 ribu orang.

"Catatan Dinsnaker, selama tahun 2017 lalu, pihaknya mengeluarkan kartu pencari kerja sekitar 4 ribu lembar," jelas Suyadi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan, Hendrad Subyakto, mengatakan, KPU belum mempunyai sistem yang memungkinkan TKI atau TKW luar negeri bisa menyalurkan hak pilihnya.

"Sehingga kalau mereka tidak pulang, dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya," terang Hendard Subyakto.(end)






Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062