Bangun Sinergitas, TNI Polri Latihan Menembak Bersama
Agar Mudah Diterima, Edukasi Masker Pakai Tokoh Kartun Batman
Gandeng Wartawan, BPBD Jatim Sosialisasikan Prokes
KPU Sidoarjo Seleksi 127 Calon Relawan Demokrasi
Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19
Pemkab Akan Undang Investor Dirkan Pabrik Rokok di Ngawi
Pemaparan Sosialisasi Perbawaslu Dimusim Pandemi Dihadapan Seluruh Petugas PPK
Sehari 9 Sembuh, Tapi Ada Tambahan 12 Positif Covid-19
Diperpanjang Hingga 2021, Sebanyak 1.085.000 Pekerja Sudah Terima BSU
Kasek dan Guru SMAN 2 Ngawi Terpapar Covid-19
Bupati Novi Kembali Digugat 15 Miliar Atas Dugaan Penyerobotan Tanah Warga
Krisis Air Bersih,Warga Berebut Air Bantuan Pemkab



Metropolis
Meski Ditentang, Pendirian Sentra PKL SMKN 5 Jalan Terus
Jum'at, 22-05-2015 | 10:50 wib
Reporter : Edwin Jaka
pojokpitu.com Gelombang protes penolakan pendirian Sentra PKL di SMKN 5 Surabaya tidak membuat Pemkot mengurungkan niatnya. Pembangunan terus berlanjut. Hal tersebut ditegaskan Walikota Surabaya, Dr (Hc).Ir.Tri Rismaharini. Walikota perempuan pertama di Surabaya ini mengatakan tidak akan menunda penyelesaian pembangunan.
"Ndak papa terus jalan," kata Risma saat ditanya wartawan, Jumat (22/5). Alasannya, hal itu dilakukan untuk menampung para pedagang yang sampai saat ini kesulitan untuk berjualan. Apalagi, kerap banyaknya PKL yang harus kena razia Satpol PP Kota Surabaya, karena berjualan melanggar aturan Perda.

Seharusnya, pihak Sekolah maupun siswa menurut Walikota terbaik ke-3 dunia ini legowo. "Cobalah bisa memahami mereka (PKL). Kapan lagi kita bisa berbuat baik bagi warga yang berjualan. Masak tidak mau," urai Risma.

Hanya, pembangunan sentra yang dianggap melebihi batas lahan belum diketahui Risma. Termasuk soal anggaran, dia beralasan data belum diserahkan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Diketahui, Ratusan Siswa SMKN 5 Surabaya menggelar aksi penolakan terhadap pendirian Sentra PKL didalam area Sekolah awal pekan lalu.

Hal ini menyorot perhatian DPRD Surabaya. Saat mendatangi lokasi, Selasa kemarin, tidak hanya perwakilan siswa yang mengeluh. Para Guru ikut-ikutan mendukung protes tersebut. Sebab, ada perbedaan luasan lahan yang digunakan. Itu diketahui saat pemasangan patok yang awalnya diukur sekitar 12 x 20 meter. Namun, pemasangan patok bertambah menjadi 18x30 meter.

Penambahan ini berdampak penggunaan lapangan Basket dan Volly yang luasannya menjadi lebih kecil, akibat pengukuran ini.(ern)



Berita Terkait

Sorot
Proyek Sentra PKL Alun-Alun Rp 3,5 Miliar Tetap Berjalan
25-04-2020 | 03:24 wib

Metropolis
Meski Ditentang, Pendirian Sentra PKL SMKN 5 Jalan Terus
22-05-2015 | 10:50 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062