Agustusan 

Seperti yang terlihat ketika ratusan santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Islam, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo Jawa Timur, Kamis (16/7) siang. Foto: Farid Fahlevi
Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke 73, Ratusan Santri Ikuti Lomba Baca Kitab Kuning
Kamis, 16-08-2018 | 15:06 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo - Jelang perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, ratusan santri pondok pesantren di Kota Probolinggo, Jawa Timur, beradu lomba baca kitab kuning. Selain untuk mengembalikan jatidiri kaum pesantren, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada para santri, tentang pentingnya memilih referensi rujukan keilmuan yang moderat, sehingga terhindar dari pengaruh radikalisasi agama.


Seperti yang terlihat ketika ratusan santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Islam, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo Jawa Timur, Kamis (16/7) siang.  

Lomba baca kitab kuning atau yang lebih dikenal kalangan pesantren dengan musabaqah qiroatul kutub ini, menjadi sarana kaum santri untuk menguji kemampuannya dalam membaca dan memahami literatur keilmuan. Baik ilmu kalam, ilmu tauhid, ilmu akhlaq, hingga ilmu fiqih, demi menjaga sikap toleransi dan tidak terjebak dalam pandangan dan doktrin radikal, yang menolak pendapat orang lain.

Pentingnya memilih dan memahami referensi keilmuan yang moderat ini, menjadi pondasi kaum santri di kalangan pondok pesantren untuk menolak setiap bentuk doktrin eksklusivitas, yang saat ini semakin marak terjadi di Indonesia, hingga mengancam keutuhan dan persatuan nasional.

Dalam praktiknya, tidak mudah dalam membaca dan memahami secara mendalam isi dari kitab kuning karya para ulama salafus shmolih terdahulu. Banyak kalimat hikmah yang terkandung didalamnya hingga membutuhkan dasar ilmu nahwu dan shorrof, yang tak dapat dipisahkan dari kitab kuning.

Seperti yang dialami salah satu perserta cantik lomba baca kitab kuning, Nanda Aulia Savina, misalnya. santriwati berusia 15 tahun ini mengaku cukup kesulitan dalam membaca dan memaknai satu kitab tertentu dengan lainnya.

"Padahal kitab-kitab tersebut baru sebatas kitab dasar tentang ilmu akhlaq, belum masuk kitab hikmah yang memunculkan makna mendalam," ujar Nanda Aulia Savina.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam yang sekaligus penyelenggara acara, Mukhlas, menjelaskan tujuan lomba baca kitab kuning ini digelar. Selain untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, kegiatan ini dinilai sangat penting untuk mengembalikan jati diri kalangan pesantren dan kaum santri, yang tidak dapat dipisahkan dari kitab kuning.

"Memasukkan lomba baca kitab kuning kedalam semarak lomba peringatan hari kemerdekaan, adalah sebuah upaya memadukan nilai keislaman yang moderat rahmatan lil alamin, dengan nilai nasionalisme dan cinta negara terhadap para santri," jelas Mukhlas.

Kaum santri di pondok pesantren yang merupakan salah satu generasi emas aset bangsa Indonesia, diharapkan menjadi penerus yang dapat diandalkan dan tidak mudah terpengaruh provokasi upaya memecah belah keutuhan bangsa. (yos)


Berita Terkait

16-08-2018 | 17:25
Serunya Turis Asing Ikuti Lomba Agustusan Bareng Warga ...

16-08-2018 | 15:06
Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke 73, Ratusan Santri Ikut...

14-08-2018 | 08:16
Serunya Lomba Agustusan Sambil Lomba Balap Suami Gendon...

13-08-2018 | 14:06
Ratusan ASN di Malang Ikuti Lomba Agustusan


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062