Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Dari 65 Guru SMP Tes Swab, 4 Guru Dinyatakan Positif Corona
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi



Teknologi
Hebat, Mahasiswa Ciptakan Alat Kelupas Bawang Dapur
Selasa, 30-10-2018 | 13:51 wib
Reporter : Felli Kosasi
Alat baru bagi warga ini cukup efektif, perjam bisa membersihkan satu kuwintal bawang. Foto Felli
Jember pojokpitu.com  Bertujuan membantu kaum ibu dapur dan kalangan pedagang kaki lima, sekelompok mahasiswa Politeknik Negeri Jember, berhasil ciptakan sebuah alat pengelupas bawang secara otomatis.
Mereka Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Politeknik Negeri Jember, patut diacungi jempol. Pasalnya mereka berhasil ciptakan sebuah alat khusus pengelupas bawang bumbu dapur.

Alat rakitan ini berbentuk mirip mesin selip daging. Ada pompa mesin penggeraknya, dan tandong penampung bawang, yang didalamnya dirakit sedemikian rupa sebagai alat pengelupas kulit bawang.

Sebelum digiling, butir bawang putih ini dipastikan telah diperotol. Tiap butir siung bawang dipastikan tak nempel satu sama lain. Lalu dimasukan dalam alat ini, tunggu hingga dirasa cukup.Maka hasilnya bawang putih telah terkelupas, bebas dari kulitnya.

Menurut Narendra Bagaskara mahasiswa pencipta, alat ini cukup simpel dan relatif sangat sederhana. Manfaatnya jangan diragukan, perjam bisa mengelupas kulit bawang hingga satu kuintal lebih.

Adanya alat ini cukup membantu kaum ibu di dapur, dan kalangan pedagang kali lima, seperti warung dan tempat penggilingan daging bakso. Efektifitas waktu sangat jadi pertimbangan, jika dibanding dengan cara kelupas bawang secara manual.

"Rakitan alat ini memang belum sempurna, namun manfaatnya pasti banyak," kata Narendra Bagaskara.

Rencana Poltek Negeri Jember akan terus kembangkan temuan inovasi ini, dengan menyempurkan alat hingga bisa layak menyerupai produk industri. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062