Masih Ada Tahapan Lain, Yang Lulus SBMPTN Belum Tentu Diterima
Dik Doank Buka Suara Soal Lahan Kandank Jurank Digugat
Peringati Hut RI, Ibu-Ibu Berebut Sembako Gratis
Pasca Puluhan Tahun Mangkrak, Machfud Arifin Pelopori Hidupnya Langgar Gipoo
ODGJ Binaan Dinsos Ikuti Lomba Kemerdekaan Agustusan
Peringati Hari Kemerdekaan, Polisi Pakai Baju Pejuang
Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva
Judi Dadu Digerbek, Dua Kakek Diamankan Polisi
Wisuda Drive Thru IAIN Jember, Wisudawan Naik Becak
Kericuhan Warnai Rencana Pembukaan Gembok Titd Kwan Sing Bio Tuban
Budidaya Tanaman Porang Lebih Ekonomis dan Menguntungkan
Jumlah Perawat Meninggal Dunia Akibat Corona Bertambah Menjadi 21 Orang
Upacara Akan Dibatasi, Baik Pasukan, Pengibar Bendera dan Undangan
Upacara Harjakasi ke-202 Situbondo Dilakukan Secara Virtual
Cangkruan Bersama Ojek Online, Demi Menjaga Kerukunan



Peristiwa
Kemenperin Janjikan Pajak Ringan untuk Motor Listrik
Jum'at, 02-11-2018 | 05:17 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com  Pelan-pelan pemerintah terus mendorong berbagai produsen otomotif di tanah air untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan. Tak hanya mobil listrik, tapi juga motor listrik.
Apalagi, rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik ini sudah selesai dikaji di Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Menurut Kementerian Perindustrian Airlangga Hartarto, saat ini terkait dengan motor listrik masih dalam bentuk prototipe. Pihaknya sedang melakukan join study dengan organisasi riset asal Jepang, New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).

"Terutama teknologi sistem baterai, tuker-tukeran seperti apa. Lalu, kedua dari sisi harga motor listrik lebih mahal dari motor konvesional atau mesin bakar internal," kata Airlangga di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

Untuk itu, lanjut Airlangga, pihaknya masih mempelajari untuk membangun motor listrik. Kalau di negara lain dikasih subsidi, tapi di Indonesia tidak akan dikasih subsidi.

"Kalau kami ingin dorong dari instentif lain. Kalau di otomotif dari PPnBM akan kami turunkan. Prototipe sedang kami jalankan hampir di 10 universitas, nanti lihat hasilnya," imbuhnya.

Airlangga juga menyebut nantinya motor listrik juga akan menjalankan uji tipe harus seperti apa. Sebab, temperatur di Indonesia kan berbeda, jadi harus ada penyesuaian terhadap spesifikasi teknis maupun terhadap baterai itu sendiri.

"Penggunaan baterai itu umurnya berbeda kalau cuacanya berbeda. Yang jelas negara kita (Indonesia) punya cuaca sendiri," pungkasnya. (mg9/jpnn/yos)


Berita Terkait

Otomotif
151 Crosser Ikuti Menbanpur 2 Marinir
21-07-2019 | 12:53 wib

Otomotif
Ini Dia Motor Listrik Paling Canggih di Dunia
11-06-2019 | 11:25 wib

Peristiwa
Bulan Januari Nanti, Indonesia Akan Produksi Motor Listrik B...selanjutnya
22-11-2018 | 16:55 wib

Peristiwa
Kemenperin Janjikan Pajak Ringan untuk Motor Listrik
02-11-2018 | 05:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062