Kesehatan
Profesor Manchster University Kerjasama Dengan Posyandu Tekan Angka Penyakit Jantung
Kamis, 15-11-2018 | 19:28 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com  Profesor asal Inggris menyusun riset untuk menekan angka penyakit jantung di Indonesia. Sebab, penyakit jantung hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Sedikitnya ada lebih dari 80 persen penduduk di Indonesia terdeteksi mengidap penyakit jantung. Namun hanya 20 persen di antaranya yang melakukan terapi sejak dini.

Delvac Oceandy, guru besar asal Manchester University Inggris menyusun riset bersama timnya untuk menekan angka penyakit jantung di Indonesia. Caranya, bekerja sama dengan posyandu di Kabupaten Malang, untuk pendeteksian dini penyakit jantung.

"Hasil penelitiannya menunjukkan, metode deteksi dini pada penyakit jantung mampu mengurangi defisit bpjs kesehatan, akibat banyaknya pasien penyakit jantung. Setidaknya dibutuhkan Rp 70 juta per pasien dalam proses pengobatan penyakit jantung," kata Prof. Dr. Delfac Oceandy, Ph.D, guru besar Manchester University.

Dokter lulusan FK Unair 1989 ini mengaku jika deteksi dini penyakit jantung mampu menyelamatkan 1 dari 3 pasien yang terdeteksi mengidap penyakit jantung. Sehingga jika diterapkan mampu memangkas banyak anggaran bagi kesehatan.(end)


Berita Terkait

Kesehatan
Plt Bupati Malang Berikan Bantuan Kepada Silvia
08-08-2019 | 08:15 wib

Peristiwa
Kondisi Pasien Gagal Jantung Terus Membaik
07-08-2019 | 19:24 wib

Kesehatan
Profesor Manchster University Kerjasama Dengan Posyandu Teka...selanjutnya
15-11-2018 | 19:28 wib

Kesehatan
Rutin Olahraga tapi Masih Kena Jantung? Ini Penyebabnya
05-11-2018 | 06:09 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062