Peristiwa 

Banyak Kecelakaan di Laut, Ratusan Jaket Pelampung Dibagikan ke Nelayan Hingga ABK
Jum'at, 07-12-2018 | 00:15 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo - Akhir-akhir ini kecelakaan laut sering terjadi hingga menyebabkan korban jiwa, bahkan beberapa bulan terakhir sejumlah kapal tenggelam dan terbakar. Di Probolinggo ada sekitar 1. 410 kapal kecil, 400 kapal besar dengan tonase diatas 9 gt dengan jumlah nelayan hampir 4000 orang.


Melihat banyaknya peristiwa laka laut ini, menjadi perhatian serius dari kementrian perbuhungan laut melalui kesyahbandaran otoritas pelabuhan tanjung tembaga.
 
Pada akhirnya tahun ini, KSOP pelabuhan tanjung tembaga mengumpulkan perwakilan nelayan kecil, perwakilan kapal penyebarangan laut tradisional, serta nahkoda kapal antar pulau di area pelabuhan tanjung tembaga.
 
Selain memberi sosialisasi keselamatan laut, KSOP juga memberikan ratusan life jacket atau jaket pelampung ke perwakilan. Bahkan, petugas langsung memeriksa alat keselamatan yang harus ada di dalam kapal.

Selain life jacket dan sekoci, yang paling menonjol dan harus ada adalah isyarat asap apung atau bouyant smoke signal pelontar suar.
 
Menurut Darwis, nahkoda kapal layar motor harapan baru 77, diatas kapalnya sudah siap semua alat keselamatan. Dengan sosialisasi ini diharapkan abknya selalu waspada cuaca ekstrim.

"Saat ini kondisi perairan menuju papua masih normal, hanya saja waspada cuaca ekstrim bisa terjadi secara tiba-tiba," ujar Darwis.
 
Sementara itu menurut Februari Zulistian, Kasubdit Sarpras Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut Dan Pantai Kementiran Perhubungan, nelayan ABK maupun nahkoda kapal harus mempunyai kesadaran tinggi, agar tidak memaksakan melaut jika kondisi cuaca sedang buruk.
 
Tercatat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir terjadi kecelakaan laut, mulai kecelakaan kapal wahyu ilaihi di perairan nusa tenggara barat, 21 penumpang selamat.

Tenggelamnya kapal cahaya bahari jaya di perairan Paiton Probolinggo-Sumenep Madura menyebabkan 7 ABK tewas.

Kecelakaan kapal multi prima satu di perairan bali menyebabkan 6 ABK hilang dan 8 ABK selamat. Terakhir kapal gerbang samudra 1 terbakar di perairan Jamuang Gresik, 3 korban tewas. 
 
Petugas menghimbau untuk selalu berhati-hati dan rutin memeriska kapal masing-masing usai berlayar. (yos)


Berita Terkait

24-11-2018 | 16:50
Menteri Susi Fokus Perpanjang Break Water Guna Antisipa...

20-07-2018 | 11:33
Laka Laut di Jember Harusnya Bisa Diantisipasi

14-06-2018 | 11:57
Cegah Laka Laut Saat Arus Mudik, Polisi Gelar Patroli L...

22-04-2018 | 20:28
Antisipasi Laka Laut dan Peredaran Narkoba, TNI AL Buka...



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062