Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19



Mataraman
Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Kamis, 10-01-2019 | 14:13 wib
Reporter : Agus Bondan
Dengan memanfaatkan limbah bambu bekas tiang bendera, mereka membuat kerajinan miniatur berbagai kapal yang artistik. Karya unik dari balik penjara ini pun, cukup banyak menarik minat pengunjung dan pegawai lapas untuk menjadikannya sebagai cindera mata. Foto: Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan, bukan berarti ide dan kreatifitas juga ikut terkurung. Sejumlah warga binaan Lapas Kelas 2 B Tulungagung, mengisi hari-hari di dalam penjara untuk berkarya.
Berita Video : Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Memanfaatkan waktu dan fasilitas bengkel kerja di dalam lembaga pemasyarakatan, Lapas, 4 warga binaan Lapas Kelas 2 B Tulungagung, yakni Toni, Yusuf, Hafi dan Samsul berkreasi dengan membuat kerajinan miniatur kapal dari bahan bambu bekas. Berkat sentuhan tangan dingin Narapidana berbagai kasus tindak kriminal ini, potongan-potongan bambu bekas tiang bendera disulap menjadi aneka miniatur kapal yang unik dan artistik.

Meski proses pembuatan terlihat sederhana, untuk merangkai potongan-potongan bambu hingga membentuk sebuah miniatur kapal yang indah, tetap saja dibutuhkan keterampilan yang tidak semua orang telaten mengerjakannya. Untuk menyelesaikan 1 buah miniatur kapal, dibutuhkan waktu antara 2 hingga 3 hari kerja.

Menurut Hafi warga binaan kreatif, tidak menyangka hasil karyanya dipajang di ruang besuk Lapas, menarik perhatian pengunjung dan pegawai Lapas. Tidak sedikit dari mereka membeli untuk di jadikan kenang-kenangan. "Satu buah miniatur kapal dihargai antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan," kata Hafi.

Melihat peluang pasar yang cukup prospektif, ke 4 warga binaan kreatif ini berencana akan mengembangkannya menjadi sebuah usaha, usai menyelesaikan sisa masa hukuman.

Sementara itu menurut Dedi Nugroho Kasi Binadik dan Giatja Lapas Tulungagung, kegiatan warga binaan membuat kerajinan kapal bambu ini, mendapat dukungan dari pihak Lapas. "Petugas pembimbing narapidana, anak didik dengan kegiatan kerja positif, serta memfasilitasi para narapidana agar kreatif," kata Dedi

Untuk mengembangkan dan memacu semangat warga binaan dalam berkreatifitas, pihak Lapas akan membuat sebuah galeri tempat pameran seluruh hasil karya warga binaan Lapas Tulungagung. (pul)


Berita Terkait

Rehat
Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Ka...selanjutnya
10-01-2020 | 03:17 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Tekan Kenakalan Remaja, Karang Taruna Desa Ringinpitu Produk...selanjutnya
22-11-2019 | 07:11 wib

Rehat
Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
10-01-2019 | 14:13 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062