Teknologi 

Kondisi perbukitan kapur bekas tambang yang berlubang, justru cocok digunakan untuk budidaya jamur, karena suhunya yang lembab. Foto Mubarok
Manfaatkan Bekas Lahan Tambang Untuk Budidaya Jamur
Jum'at, 11-01-2019 | 12:33 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban - Lahan bekas galian tambang batu kapur, biasanya hanya dibiarkan terbengkalai. Namun di tangan seorang pemuda di Kabupaten Tuban, lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya jamur tiram.


Bekas tambang menyisakan lubang menganga disana-sini, dan dibiarkan terbengkalai. Namun, para kelompok usaha pemuda mandiri Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, lahan bekas tambang batu kapur ini dimanfaatkan untuk budidaya jamur tiram.

Menurut Wito, Ketua Kelompok Usaha Pemuda Mandiri Desa Kapu, ide bermula ketika melihat banyak lahan bekas tambang disekitar desanya. Setelah tidak ditambang, tempat tersebut menjadi lorong dan goa yang berlumut karena ditinggalkan selama bertahun-tahun. Tergerak memanfaatkan, para pemuda desa setempat lantas meneliti kondisi suhu di dalam lorong dan goa, yang ternyata cukup lembab dan sejuk dengan suhu diantara 23 sampai 27 derajat celcius. "Tempat yang lembab dan sejuk sangat cocok buat jamur," kata Wito

Perawatannya pun lebih mudah dibanding jamur yang dibudidayakan di rumah. Air yang dibutuhkan juga relatif sedikit sehingga dapat menghemat biaya. Selain itu, memanfaatkan goa bekas tambang bisa menghemat pengeluaran anggaran pembuatan rumah jamur yang bernilai jutaan rupiah. Cukup menyediakan rak dan bibit jamur sudah bisa dibudidayakan.

Mulanya, budidaya jamur ini membudidayakan 500 baglok jamur. Namun, karena hasilnya bagus, PT Semen Indonesia mengucurkan dana CSR untuk pengembangan usaha ini. Hingga budidaya bibit jamurnya mencapai 5.000 baglok.

Kini, dalam sehari, kelompok usaha pemuda mandiri yang terdiri dari 13 pemuda ini, dapat memanen 15 hingga 20 kilogram, dengan harga Rp 18 ribu perkilogramnya.

Sementara itu Miyadi Ketua DPRD Tuban mengapresiasi budidaya jamur ini dan berharap terus dikembangkan untuk memajukan perekenomian warga pedesaan.

Kedepan, budidaya jamur tiram di lahan bekas tambang kapur ini akan terus dikembangkan. Mengingat pangsa pasar jamur masih tergolong cukup mudah. (pul)


Berita Terkait

26-02-2019 | 20:06
begini Jadinya Jika Tak Sengaja Makan Roti Jamuran

11-01-2019 | 12:33
Manfaatkan Bekas Lahan Tambang Untuk Budidaya Jamur

27-12-2018 | 19:08
Kelompok Ibu PKK Benowo Indah Surabaya Sukses Budidayak...

15-12-2018 | 10:46
Musim Kepompong Jati, Penjual Menjamur di Pantura


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062