Opini 

Inilah Alasan Kami Peduli JL Karet
Minggu, 13-01-2019 | 19:01 wib
Oleh : Nanang Purwono
Surabaya - Sekitar 20 pegiat sejarah Surabaya dari beberapa komunitas pemerhati sejarah Surabaya (Laskar Soerabaia, SPS-SHS, Komunitas Sobo Punden, CAK, Love Sroboyo, STD, Roodebrug dan Forum Begandring Soerabaia) mendatangi jalan Karet untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap jalan Karet, yang kini tengah memasuki tahap awal revitalisas.


Jalan Karet adalah salah satu jalan di kawasan kota lama yang menjadi pintu masuk merevitalisasi kawasan kota lama Surabaya secara keseluruhan.  Kedatangan para pegiat sejarah Surabaya di jalan Karet,  pada Minggu pagi (13/01) ini, semata mata menyuarakan kepedulian mereka di saat pemerintah kota Surabaya sedang menata kasawan kota lamannya. Kekuwatiran ini cukup beralasan karena rumah rumah panggung di jalan Panggung sudah dicat warna warni

Menurut anggota Komunitas Laskar Seoabaia, Sapto Hari, aksi damai yang dilakukan oleh lintas komunitas ini adalah wujud dukungan terhadap upaya revitalisasi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Mereka datang untuk mengingatkan kepada pemerintah agar jalan Karet diperlakukan dengan serius dan benar. Jalan Karet, yang masih menyimpan karya peradaban Soerabaia masa lalu, harus dijaga keberadaannya.  Karenanya, jalan Karet tidak boleh dicat sembarangan dan borongan. Pengecatan harus ditangani secara profesional.
Kuncarsono Prasetyo, yang bergabung dalam komuniyas Laskar Soeabaia dan SPS-SHS, menegaskan bahwa pemilihan cat untuk pengecatan di jalan Karet harus mempertimbangan aspek ksejarahan dan estetika. Pemilihan warna bisa dilakukan dengan melihat warna warna yang pernah dikuaskan pada bangunan bangunam di jalan Karet. "Bekas warna aslinya masih terlihat pada setiap bangunan dan warna warna asli itu bisa dipakai sebagai acuan pemilihan warna," kata Kuncarsono yang juga sebagai konsultan design komunikai visual

Aksi damai ini diawali dari ujung utara jalan Karet. Mereka berjalan menyusuri jalan Karet sambil membentangkan poster yang isinya berupa seruan agar jalan Karet tidak dicat seperti jalan Panggung. Di setiap gedung tua, yang akan menjadi obyek pengecatan, mereka berhenti, lalu membubuhkan tanda tangan pada poster, kemudian ditempelkan pada bangunan. Demikian seterusnya sampai gedung tua yang ada di selatan jalan Karet.

Ketika menempelkan poster pada gedung yang berdiri di pojok jalan Gula - jalan Karet, puluhan muda mudi yang sedang berfotografi ikut bergabung dalam menyuarakan kepedulian mereka terhadap keaslian dan kesejarahan gedung gedung di jalan Karet. Vita, salah seorang penikmat rumah rumah lama di jalan Karet, mengatakan bahwa / Karet tidak diwarna warni.

Cak Siscuk, dari Community of Arek Kedung Klinter (CAK), mengingatkan bahwa pengecatan yang tidak sesuai dengan warna aslinya bisa menghilangkan nilai kesejarahan yang ada. Bangunan bangunan di sepanjang jalan Karet memang beragam. Ada yang bercirikan arsitektur Tionghwa. Ada juga yang berarsitektur kolonial, dibangun di awal abad 20. Misalnya gedung di pojokan jalan Gula - Karet, yang sudutnya berbenruk.menara dengan atap sirap besi, dibangun pada tahun 1918. Berbeda dengan sebuah bangunan yang berarsitektur Tionghwa yang berada di ujung selatan jalan Karet yang didiga dibangun pada abad 18. Dugaan ini dapat dilihat pada matriialan bangunan yang dipakai. Misalnya pada bagian lantainya terbuat dari tegel terakota berukuran 30 x 30 cm. Tegel tegel ini khas bangunan di era VOC.

Melihat dan mempertimbangkan arti dan latar belakang historis, sosial, seni dan budaya, komunitas pegiat sejarah Surabaya ini bersepakat dalam sebuah, diskusi dalam.Forum Begandring Soerabaia. Wujudnya adalah melakukan aksi damai menjaga jalan Karet. Menurut rencana, mereka akan bertemu Bappeko Surabaya untuk menyampaikan dukungan terhadap revitalisasi jalan Karet dan Panggung. Dalam pertemuan itu, mereka juga ingin tau seperti aka kegiatan lanjutan pasca pengecatan. Upaya ini untuk lebih mensinkronkan pandangan antara komunitas dan pemerintah. (pul)





Berita Terkait

06-01-2019 | 16:37
Menunggu Pengecatan Jalan Karet Yang Ramah Sejarah

17-11-2018 | 16:32
Revitalisasi Kota Lama: Menghadirkan Kemolekan Chinese ...


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062