Sosok 

Dengan Berbaring di Atas Kasur, Susilo Masih Menafkahi Istri
Jum'at, 25-01-2019 | 23:30 wib
Oleh : Khaerul Anwar
Malang - Seorang pria penyandang disabilitas di Kabupaten Malang ini patut dipuji. Meski dengan keterbatasan fisiknya, ia tetap menafkahi sang istri.


Dari atas tempat tidur ini, aktivitas Susilo warga Desa Sindurejo, Sumberpelus, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Susilo mengalami keterbatasan fisik sejak bayi. Kaki dan tangannya mengecil, layaknya tulang berbalut kulit. Namun, hal itu tidak menjadikan dirinya harus bergantung kepada orang lain dalam beraktifitas.

Dia tak bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Kaki dan tangannya juga tumbuh tidak sebagaimana mestinya. Namun untuk kegiatan harian seperti makan, minum, menyalakan televisi bahkan main ponsel dapat dilakukan sendiri.

Usai istrinya pulang bekerja, Susilo baru bisa dirawat. Mulai mandi harus digendong menuju kamar mandi dan melanjutkan dengan merawat sapi titipan seseorang.

Untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Susilo hanya mengandalkan tubuh dengan merangkak. Kedua lutut dan sikunya harus bekerja keras untuk membantu si empunya tubuh berpindah tempat. Meski demikian, Susilo tak patah semangat menjalani hidupnya.

Sebanrnya Susilo mengaku kerap minder dengan kondisi fisiknya. Ia pernah sempat berpikir mengakhiri hidupnya kala itu. "Namun Tuhan berkata lain, dengan kasih sayang keluarga, serta kesabaran seorang ibu, saya akhirnya bisa tersadar dan bisa bangkit," kata Susilo.

Bahkan, impiannya untuk menikahi wanita idaman akhirnya bisa terwujud sekitar 5 tahun lalu. Untuk mencukupi kehidupan sehari hari, apapun pekerjaan dilakukan Susilo. Bahkan iapun tak malu bila harus menjadi pengemis.

Desakan ekonomi serta kondisi fisik yang tak normal membuat Susilo harus mandiri. Beruntung ia memiliki istri yang siap menemani dan menjaganya. "Tak jarang isi saya Leginem ikut membantu perekonomian keluarga dengan merawat sapi titipan seseorang," kata Susilo.

Keluarga Susilo tetap bersyukur dengan kondisi seperti ini, meski terkadang untuk makan sehari hari, penghasilan mereka tak mencukupi. Melihat kondisi tersebut, tak jarang para kerabat dan saudara yang dermawan ikut membantu kebutuhan hidup mereka.

Menurut Senentri keluarga terdekat,  Parsusilo,merupakan seorang yang mandiri meski dalam kondisi keterbatasan fisik. Ia pun dikenal baik dan ramah kepada kerabat dan tetangga.

Kini ia bersama sang istri dan ibu, setiap harinya tinggal di rumah milik sang adik. "Ia bermimpi kelak memiliki rumah sendiri dan keturunan dari sang istri," kata Senentri. (pul)


Berita Terkait

15-06-2015 | 21:57
Kakek 70 Tahun Mencari Nafkah Beratraksi Menarik Mobil ...


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062