Bupati dan Forkopinda Bagi - Bagi Masker dan Sembako
Tunda Mudik Atau Diisolasi 14 Hari
RSUD Tongas Khusus Untuk Pasien Covid 19 Resmi Bisa Digunakan
Gedung DPRD Jatim Diusulkan Menjadi Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien Covid-19
Pembagian Makan Gratis Abaikan Physical Distancing
Polisi Bubarkan Sabung Ayam dan Keramaian Warga
Kesal Tak Dibelikan, Dua Gadis di Pasuruan Nekad Mencuri Motor
Gara-Gara Uang 10 Juta, Pengacara Diadili
Petugas Amankan, Puluhan Remaja yang Bandel Ditengah Wabah Corona
Pelatihan di Surabaya, Petugas Medis Positif Covid-19
Diduga Kena Semprot Desinfektan, Mata Kiri Karyawan Swasta Rabun Sebelah
Ditlantas Polda Jatim Laksanakan Ops Keselamatn Semeru Gantikan Ops Simpati
Kasus Positif Covid 19 di Jatim Menjadi 189 Orang
11 Hari Diisolasi, PDP Covid-19 di Tuban Meninggal Dunia
Jaksa Lawan Vonis Bebas Amblesnya Jalan Gubeng



Metropolis
Jalan Prabu Siliwangi dan Sunda Resmi Gantikan Jalan Gunungsari dan Dinoyo
Minggu, 03-02-2019 | 19:29 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Jalan Gunungsari dan Jalan Dinoyo, hari ini akhirnya resmi berganti nama menjadi Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda. Peresmian kedua nama jalan baru tersebut, dibarengi dengan peletakan batu pertama monumen perjuangan Mastrip yang bertepatan di A Yani Golf. Foto Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com  Mulai Minggu (3/2) hari ini, Kota Surabaya punya dua nama jalan baru. Kedua nama jalan tersebut merupakan hasil perubahan dari sebagian nama Jalan Gunungsari Dan Dinoyo.
Berita Video : Jalan Prabu Siliwangi dan Sunda Resmi Gantikan Jalan Gunungsari dan Dinoyo
Jalan 600 meter Jalan Gunungsari dari pintu tol Gunungsari hingga ke perbatasan Bumi Marinir Gunungsari, berubah menjadi Jalan Prabu Siliwangi. Sedangkan 300 meter Jalan Dinoyo juga berubah menjadi Jalan Sunda. Hal ini merupakan hasil dari rekonsiliasi atau harmonisasi antara budaya Jawa dan Sunda yang dicetuskan oleh Gubenur Jawa Timur bersama Gubenur Jawa Barat.

Sebagian nama jalan tersebut diresmikan secara langsung oleh Gubenur Jawa Timur, Soekarwo.  Meski telah disahkan sejak 11 Agustus 2018 di rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, ternyata masih menyisakan perdebatan.

Soekarwo Gubenur Jawa Timur mengakui, perubahan nama jalan sempat mendapat penolakan dari beberapa pihak, khususnya para pemerhati sejarah. Bahkan keluarga veteran mastrip. Karena dianggap sebagai upaya pengaburan sejarah di Jalan Gunungsari.

Namun Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menemukan titik tengah. Selain melakukan penggantian nama jalan, Pemprov Jatim juga membangun monumen perjuangan Mastrip di samping Jalan Gunungsari tepatnya di A Yani Golf.

"Pembangunan monumen sebagai bentuk penghargaan perjuangan Mastrip di Jalan Gunungsari," kata Soekarwo.

Penolakan perubahan nama jalan ini masih terjadi, bahkan saat peresmian berlangsung. Beberapa orang yang mengatas namakan Gerakan Peduli Rakyat Suroboyo, menggelar aksi penolakan terhadap perubahan nama jalan tersebut. Alasannya dianggap dapat mengaburkan sejarah dan tidak ada keterkaitannya dengan rekonsiliasi budaya. Meski begitu, sebagian nama jalan Gunungsari dan Dinoyo mulai hari ini tetap resmi diganti. (pul)


Berita Terkait

Metropolis
Pansus Pastikan 3 Nama Jalan Batal Dirubah, Pemkot Jemput Bo...selanjutnya
01-03-2020 | 12:48 wib

Peristiwa
DPRD Surabaya Bentuk Pansus Perubahan Nama Jalan
28-11-2019 | 19:02 wib

Metropolis
Keluarga Bung Tomo Tolak Perpindahan Nama Jalan Bung Tomo
15-07-2019 | 18:45 wib

Metropolis
Tirulah penamaan Jl. Stasiun kota, Jl. Stasiun wonokromo dan...selanjutnya
13-07-2019 | 22:03 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062