Kesehatan 

Jebakan Pembasmi Nyamuk Dari Botol Bekas
Minggu, 10-02-2019 | 02:15 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi - Upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah terus dilakukan di Kabupaten Ngawi. Salah satunya, dengan memanfaatkan limbah botol air mineral, untuk menjebak dan bunuh nyamuk demam berdarah. Jebakan murah meriah tersebut bisa mengurangi populasi nyamuk.


Sejumlah ibu rumah tangga, di Desa Ngrancang Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi, sedang membuat jebakan nyamuk. Proses pembuatan jebakan nyamuk dari botol air mineral tersebut,  dibantu petugas dari Puskesmas Mantingan.

Bahan dan cara pembuatan jebakan nyamuk, sangat sederhana. Bahan yang digunakan adalah botol bekas air mineral, gula merah, dan ragi. Awalnya, gula merah merah dilarutkan menggunakan air panas.

Sambil menunggu larutan dingin, botol bekas air mineral yang telah dipersiapkan di potong menjadi 2 bagian. Kemudian kepala botol ditutupkan terbalik ke dalam sisa potongan botol.

Setelah dingin, larutan gula merah dimasukkan kedalam botol dengan  dicampur ragi. Untuk menarik perhatian nyamuk, semua botol dilapisi isolasi warna hitam, atau dilapisi plastik hitam. Fungsinya, untuk memancing nyamuk Aedes Aegypti, vektor penyakit demam berdarah, bertelur di dalamnya.

Rindi Aditya Saputra, Petugas Puskesmas Mantingan, mengatakan, alat penjebak nyamuk atau ovitrap itu, bisa ditempatkan ke sudut rumah. "Nyamuk-nyamuk yang terjebak ke dalam botol tidak dapat keluar lagi dan mati, sehingga bisa mengurangi populasi nyamuk," kata Rindi Aditya Saputra, petugas Puskesmas Mantingan.

"Jebakan sederhana ini, disukai warga karena bisa membantu membasmi nyamuk, dengan biaya murah," ucap Sumiyatun, Ibu rumah tangga.

Tak hanya di Desa Ngrancang, pembuatan jebakan nyamuk tersebut, juga disebarluaskan ke desa lainnya, oleh petugas Puskesmas Mantingan.

Di Kecamatan Mantingan sendiri, dalam 3 bulan terakhir terdeteksi sebanyak 13 kasus penyakit DBD. Sedangkan di Kabupaten Ngawi, penderita demam berdarah mencapai 588 orang, 5 orang diantaranya meninggal dunia. (yos)


Berita Terkait

22-03-2019 | 10:30
Lihat Nich, Aksi Ibu-Ibu Konvoi Cegah Demam Berdarah

18-03-2019 | 16:07
Status KLB Demam Berdarah Ponorogo Dicabut

06-03-2019 | 23:02
Status KLB Demam Berdarah di Ponorogo Diperpanjang

02-03-2019 | 04:30
Sebulan, 6 Jiwa 1 Desa di Pasuruan Terjangkit DBD


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062