Tempo Doeloe 

Goa Jaman Nippon Kurang Perhatian Dari Pemerintah
Jum'at, 22-02-2019 | 19:23 wib
Oleh : Abdul Majid
Pasuruan - Jejak penjajahan jepang berupa goa terdapat di Kabupaten Pasuruan, tak tanggung-tanggung, ada sebanyak 12 goa ditemukan yakni Goa Jepang, yang merupakan peninggalan penjajahan Jepang atau nippon.


Dugaan kuat, keberadaan goa tersebut dahulunya digunankan sebagai bungker untuk pertahanan sekaligus tempat logistik peralatan tempur. Warga setempat berharap, peninggalan bersejarah dikaki gunung perahu tersebut dilestarikan dan dijadikan tempat saah satu wisata sejarah di jawa timur khusunya di Pasuruan.

Goa Jepang ini berada di Dusun Nglawang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akses menuju ke kawasan ini terbilang cukup mudah. Lokasinya tak jauh dari jalan nasional jurusan Pasuruan-Mojokerto. Untuk ke lokasi, para pengunjuntg bisa mengendarai motor maupun mobil.

Berdasar cerita warga setempat, Goa Jepang ini merupakan peninggalan penjajahan Jepang atau Nippon. Dugaan kuat, keberadaan goa tersebut dulunya digunankan sebagai bungker untuk pertahanan sekaligus tempat logistik peralatan tempur.

Goa yang berada di kawasan perhutani Kph Ngoro ini jumlahnya tak hanya satu, tapi mencapai sebanyak 12 goa, jarak antara goa satu dan goa lainnya sekitar 30 sampai 50 meter.

Bentuk guanya hanya lurus dan buntu, panjangnya pun berbeda-beda. Kesemuanya goa ini tidak terhubung satu dengan lainnya. Hanya saja, masih berada di lokasi yang sama.

Meski demikian tak semuanya bisa dijangkau oleh pengunjung, sejauh ini yang bisa dijangkau hanya enam goa saja. Sisanya terkendala akses terjal, bahkan sebagian lainnya tertutup material tanah dan tanaman liar yang belum dibersihkan.

Seperti umumnya, kondisi dalam goa terlihat masih alami, gelap dan banyak kelekawarnya. Goresan bekas galian di dindingnya pun tampak jelas, sebagian diantaranya terdapat lubang ventilasi udara di bagian atasnya.

Ketua LMDH Watukosek, Abdurrohman, menjelaskan, goa ini sejatinya sudah dikelola sebagai tempat wisata sederhana oleh warga setempat dengan bekerja bareng pihak perhutani. Bahkan pernah sempat viral setahun lalu di Pasuruan.

"Pengunjungnya pun terbilang banyak, mereka tak hanya dari warga lokal saja tapi juga tamu dari luar Pasuruan. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo hingga Mojokerto," kata Abdurrohman.

Namun, keberadaan wisata baru ini berjalan tak cukup lama, ini terjadi lantaran pengelolahannya masih belum maksimal. Apalagi lokasinya tepat bersebalahan dengan kawasan privat, yakni pusat Pendidikan Brimop Watukosek Pasuruan.

Sayangnya, selama ini tidak ada perhatian pemerintah daerah terhadap destinasi ini, padahal jika dikelola dengan baik dan dikembangkan lokasi ini bisa menjadi kawasan destinasi wisata sejarah, yang mendatangkan wisatawan dan bisa mengangkat perekonimian warga sekitar. (yos)





Berita Terkait

30-12-2016 | 10:07
Menikmati Indahnya Wisata Teluk Cinta dan Goa Jepang di...

13-11-2016 | 06:13
Di Tretes Prigen Pasuruan Terdapat Goa Jepang


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062