Shaheer Sheikh Menikahi Ruchikaa Kapoor, Ayu Ting Ting Berkomentar Begini
Raih AMI Awards 2020, Once Mekel Doakan Musisi Indonesia Tetap Tegar
Honda E Jadi Mobil Jepang Pertama Dianugerahi Gelar German Car of The Year 2021
Kabar Terbaru Dari Legenda Tinju Mike Tyson, Seru!



Citizen Journalism
Sutejo Lakukan Kampanye Azas Manfaat Fogging Gratis Jadi Sarana Sosialisasi Caleg
Sabtu, 23-02-2019 | 19:15 wib
Reporter :
Gresik pojokpitu.com  Berbagai sarana digunakan para Calon Legislatif (Caleg) untuk mensosialisasikan diri termasuk program program yang ditawarkan, bahkan disaat banyaknya wabah demam berdarah dan masyarakat memerlukan bantuan untuk pencegahan, langsung direspon cepat oleh Sutejo, S.Pd yang memberikan layanan pegram fogging gratis ke Dusun atau Desa yang membutuhkan.

Menurut Sutejo justru program layanan fogging gratis selain lebih mengenal masyarakat juga merupakan sarana kampanye yang bermanfaat. "Buktinya banyak warga yang antusias untuk meminta wilayahnya dilakukan program fogging yang saya tawarkan," tambah Kang Tejo panggilan sehari-harinya.

Sebagaimana dilakukan di RW 12 yang meliputi RT 37, 38, 40 dan 41 di perum Puri Indah Menganti (23/2) seluruh pengurus RW dan RT ikut mendampingi dan berterima kasih. "Karena memang penyemprotan ini yang sangat ditunggu-tunggu, bahkan pengurus RW sudah merapatkan akan mengadakan fogging secara gotong royong. " ujar Abah Tik panggilan ketua RT.38 Perum Puri Indah Menganti.

Diakui Kang Tejo, program fogging gratis ini sudah dilakukan sudah sepekan ini, di Kecamatan Menganti seperti Dusun Wonokoyo, Pedukuhan, Buyuk, Perum Puri Indah dan Dusun Ngablak Kedung Rukem Kecamatan Benjeng Dapil 5 dimana Mega Sartika istri Kang Tejo mencalonkan diri sebagai legislatif .

"Selain tidak dipungut biaya, prosedurnya juga tidak sulit, cukup ketua RT, RW, Kasun atau Kades yang wilayahnya mau difogging menghubungi saya baik secara telpon atau WA, syukur kalau bisa ketemu sehingga penentuan jadwalnya lebih pas," paparnya.

Program layanan fogging gratis ini diawali karena keprihatinan Sutejo, setelah mendengar keluhan warga tentang sulitnya pengajuan program fogging ke pihak terkait.

Apalagi setelah melihat langsung istri dari teman karibnya yang tinggal di dusun Miru Desa Banyu Urip Kecamatan Kedamean Gresik meninggal gara-gara demam berdarah, disisi lain sahabatnya yang dari partai lain juga terserang DB dan mengamar di rumah sakit.

Sementara beberapa desa yang mengajukan program fogging dipersyaratkan harus ada 6 orang yang positif DB degan dibuktikan hasil laboratorium. (yos)



Berita Terkait

Kesehatan
Musim Penghujan Dinkes Waspadai Penyakit Demam Berdarah
06-11-2020 | 15:41 wib

Kesehatan
Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19
06-11-2020 | 03:05 wib

Kesehatan
Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia...selanjutnya
03-07-2020 | 22:10 wib

Kesehatan
Dinkes Ngawi Terkesan Tertutup Data Jumlah Penderita DBD
23-06-2020 | 20:30 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062