Citizen Journalism
Balai Bahasa Gelar Revitalisasi Sandur Manduro
Kamis, 28-02-2019 | 10:04 wib
Reporter : Zaki Zubaidi
Revitalisasi diikuti generasi muda Jombang. Mulai dari mahasiswa, pelajar, dan pemuda setempat. Foto Istimewa
Jombang pojokpitu.com  Balai Bahasa Jawa Timur mengadakan revitalisasi Sandur Manduro di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh Jombang. Acara digelar selama 3 hari ini, sejak 26 hingga 28 Februari 2019 ini.
Menurut Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Mustakim, revitalisasi Sandur Manduro suatu bentuk usaha untuk mengenalkan dan membangkitan kembali seni tradisi lisan. Sekaligus merupakan upaya konservasi pada kesusastraan tradisi yang hampir tergerus zaman. Hal itu sesuai dengan kebijakan Balai Bahasa untuk melakukan upaya perlindungan terhadap warisan kebahasaan dan kesastraan yang terancam keberadaannya.

"Sandur terdiri atas berbagai unsur. Salah satunya adalah bahasa dan sastra. Oleh karena itu, seni tradisi tersebut direvitalisasi dan diperkenalkan secara lebih dekat kepada generasi muda, agar pewarisan nilai-nilai luhur lewat sastra, seni dan budaya, terfasilitasi dengan baik," tutur Mustakim.

Kenyataan itu dibenarkan Warito, seniman Sandur Manduro. Menurut Warito, meskipun pada 2017, Sandur Manduro ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh pemerintah, ternyata hingga kini belum ada tindak lanjut. Bahkan hampir tidak ada generasi muda yang bersedia mempelajarinya.

"Belum ada anak muda yang mau belajar. Selain itu, seni sandur sudah kalah sama elekton, sehingga jarang yang nanggap," tutur Warito.

Sandur Manduro merupakan seni tradisi khas, yang hanya dapat ditemui di Desa Manduro. Memang, ada beberapa sandur di Jawa Timur. Namun Sandur Manduro berbeda dengan Sandur Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan lainnya.

Sandur Manduro merupakan titik temu antara berbagai unsur tradisi, mulai dari tembang, lakon, tari, topeng dan musik. Ada sembilan lakon dalam Sandur Manduro berdasar jenis topengnya. Adapun  dramaturginya lebih dekat dengan Sandur Bangkalan daripada sandur di Jawa.

Dimungkinkan karena masyarakat Desa Manduro berasal dari Madura dan sudah menetap di sana sejak zaman Kerajaan Majapahit. Bahkan, bahasa keseharian warga Manduro adalah bahasa Madura. Tentu, sangat disayangkan bila Sandur Manduro sampai hilang tertelan laju zaman, bahkan punah.

Oleh karena itu, menurut Ketua Panitia, Nayla Nilofar, perlu dilakukan upaya revitalisasi dengan sasaran generasi muda di Jombang. Diharapkan, mereka mampu mereaktualisasikan Sandur Manduro sesuai kondisi kekinian. Selain itu, mereka pun mampu menjaring inspirasi dari seni sandur sebagai warisan leluhur.

"Dalam tradisi lisan, kita tidak hanya berisi tontonan, tapi juga tuntunan. Kami berharap generasi milenial di Jombang dapat belajar banyak hal dari Sandur Manduro, baik sebagai tontonan maupun tuntunan," terang Nayla.

Sementara itu, narasumber utama dalam kegiatan itu adalah Warito dan kru Sandur Manduro, yang dibantu oleh budayawan, akademisi dan peneliti sastra. Diantaranya Mustakim, Imam Ghozali, Anton Wahyudi, dan Mashuri. Sebelum dan selama proses latihan, para peserta mendapatkan materi berupa wawasan seputar sandur, mulai dari urgensi revitalisasi Sandur Manduro, sejarah Sandur Manduro, sandur untuk generasi milenial, dan perbedaan seni sandur-sandur di Jawa Timur, serta pola-pola revitalisasinya untuk dunia pendidikan.

Pada saat latihan, para peserta yang terdiri atas siswa SMAN Kabuh, siswa SMKN Kabuh, mahasiswa STKIP PGRI Jombang dan pemuda Manduro itu sangat antusias. Acara revitalisasi dipungkasi dengan pentas sandur dari para peserta yang berkolaborasi dengan seniman Sandur Manduro. Diharapkan, pengalaman latihan dan pentas tersebut  memunculkan kecintaan peserta pada Sandur Manduro.

"Saya berharap krisis generasi penerus sandur dapat diatasi. Tentu harus ditopang dengan langkah-langkah lanjutan, terutama terhadap peserta pelatihan ini," terang Anton Wahyudi, dosen STKIP Jombang. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062