Tempo Doeloe
Sejumlah Komunitas Pemerhati Sejarah Peringati Hari Musik di Pusara WR Soepratman
Sabtu, 09-03-2019 | 13:45 wib
Reporter : Nanang Purwono, Aris Rahmatullah
Peringatan Hari Musik Indonesia dan hari lahir WR Soepratman diakhiri dengan tabur bunga bersama. Foto Aris
Surabaya pojokpitu.com   Hari musik nasional yang jatuh pada 9 Maret diperingati secara sederhana tapi khidmat di pusara WR Soepratman di Jalan Raya Kenjeran Surabaya. Tidak kurang dari 150 orang hadir dalam peringatan yang menggabungkan upacara bendera dan tabur bunga ini.
Lantunan lagu-lagu ciptaan yang maestro dikumandangkan siswa sekolah musik, pusat olah seni surabaya, melalui alat musik gesek biola, untuk mengawali upacara bendera. Sebagai rangkaian peringatan hari musik nasional, sekaligus hari lahir WR Soepratman. Berdasarkan inskripsi di kompleks makam WR Soepratman, komponis dan pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini lahir di Jatinegara pada 9 Maret 1903.

Menurut salah seorang ahli waris keluarga WR Soepratman, Soerachman Kasansengari, peringatan pada 9 Maret ini terasa lebih istimewa. Jika dalam peringatan-peringatan sebelumnya, pesertanya relatif sedikit, kini yang datang semakin banyak dan beragam. "Tidak hanya dari kalangan anak sekolah, tapi juga melibatkan unsur komunitas, anggota dewan, hingga pejabat Distrik Militer, Kodim 0831 Surabaya Timur," kata Soerachman Kasansengari.

Sementara itu Letkol inf. La Ode M.N Komandan kodim 0831 Surabaya Timur mengatakan, bahwa lagu-lagu ciptaan WR Soepratman dinilai merajut semangat kebangsaan. "Tidak hanya lagu Indonesia Raya saja yang selalu dikumandangkan di setiap upacara resmi, lagu Dari Sabang Sampai Merauke dan Di Timur Matahari adalah sebagian karya yang sangat sarat akan pesan persatuan dan kesatuan," jelas Letkol inf. La Ode M.N.

Namun sejarah mencatata, sang pendekar musik ini sendiri tidak sempat merasakan kemerdekaan, yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. WR Soepratman wafat 7 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 17 Agustus 1938, dan dimakamkan di Pemakaman Umum Kapas Surabaya.

Melalui upacara dan tabur bunga ini, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey bersama komunitas pegiat sejarah dan seni, termasuk Dewan Kesenian Jawa Timur menggagas dan mengusulkan agar WR Soepratman bisa dinobatkan sebagai bapak Musisi Kebangsaan Indonesia. (pul)


Berita Terkait

Tempo Doeloe
Sejumlah Komunitas Pemerhati Sejarah Peringati Hari Musik di...selanjutnya
09-03-2019 | 13:45 wib

Pendidikan
Ratusan Siswa di Surabaya, Peringati Hari Musik Nasional
09-03-2019 | 09:24 wib

Opini
Hari Musik Nasional Kuatkan 9 Maret Sebagai Tanggal Lahir WR...selanjutnya
31-10-2018 | 00:06 wib

Politik
Ini Cara Menpora Apresiasi Pemuda Kreatif di Bidang Musik
14-04-2016 | 14:21 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062