New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan



Peristiwa
Beri Uang Setiap Berhubungan Intim, Pelaku Dibui Setelah Korban Hamil dan Melahirkan Anak
Selasa, 12-03-2019 | 04:20 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com  Kakek diwilayah Tumpang, Kabupaten Malang ini sungguh bejat, yang tega meniduri keponakannya sendiri yang masih anak dibawah umur dengan iming-iming sejumlah uang jajan guna melancarkan aksinya. Pelaku juga mengancam korban jika saja perbuatannya diceritakan orang lain.
Adalah Jaswadi, kakek berusia 68 tahun warga Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan unit pelayanan perempuan dan anak Satreskrim Polres Malang.

Kakek bejat ini telah tega mencabuli atau menyetubuhi korban yang tidak lain masih keponakan, sejak tahun 2012 hingga 2015 yang dilakukan dirumahnya maupun rumah korban.

Selama ini, korban yang rumahnya berdempetan dengan rumah pelaku, tinggal bersama neneknya dan Jaswadi mengaku bahwa korban yang meminta berhubungan tanpa adanya paksaan dari pelaku.

Namun, perbuatan terhadap anak dibawah umur yang masih berusia 15 tahun saat itu, tetap melanggar undang-undang perlindungan anak, apalagi korban sampai hamil atas perbuatan bejat pelaku.

Hingga kini korban sudah melahirkan anak dari perbuatannya, dan setiap melakukan hubungan, pelaku selalu memberikan uang jajan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu yang disertai ancaman untuk tidak melaporkan perbuatannya.

Aib yang dialami korban, membuat dirinya bercerita siapa yang melakukan hhubungan terlarang tersebut. Hingga dilaporkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang.

Menurut AKP Adrian Wimbarda, Kasat Reskrim Polres Malang, bahwa adanya laporan pencabulan yang dilakukan terhadap anak dibawah umur, membuat satreskrim polres malang melakukan penangkapan.

"Persetubuhan itu terjadi dirumah pelaku maupun korban saat kondisi sepi. Bahkan pelaku selalu memberikan uang jajan usai melakukan hubungan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu," jelas AKP Adrian Wimbarda.

Atas perbuatannya, pelaku diganjar dengan pasal 81 juncto 76 D, undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yangmana ancaman hukumannya 5 hingga 15 tahun kurungan penjara. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Miris, Siswi SD Diperkosa 4 Pemuda
06-05-2020 | 16:47 wib

Peristiwa
Karyawan Perkosa Teman Kerja Saat Pingsan
30-03-2020 | 13:00 wib

Peristiwa
Kakek 63 Tahun Perkosa Bocah Kelas 6 SD di Gubug
27-03-2020 | 02:30 wib

Peristiwa
Pemuda Bojonegoro ini Perkosa Pacar yang Masih dibawah Umur
29-02-2020 | 14:01 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062