Ekonomi Dan Bisnis
Penjualan Rumah Secondary Masih Tinggi Dibanding Rumah Primer
Rabu, 13-03-2019 | 22:16 wib
Reporter : Selvy Wang
Rudi Sutanto, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia atau Arebi Jawa Timur
Surabaya pojokpitu.com  Pasar properti di Jawa Timur masih terbuka untuk penjualan rumah secondary atau rumah bekas. Namun sebaliknya untuk rumah primer atau baru , masih terpengaruh dengan berlangsungnya kontestasi Pilpres.
Terutama bagi para investor properti masih wait and see, bagaimana kondisi perekonomian di tahun politik saat ini. Namun kondisi ini berbanding terbalik dengan penjualan rumah secondary atau rumah bekas yang justru pasarnya masih terbuka lebar.

Menurut Rudi Sutanto, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia atau Arebi Jawa Timur, pasar penjualan rumah secondary di 2018 lalu naik 5 persen dibanding tahun 2017. Nilainya mencapai kisaran triliunan rupiah.

"Tren rumah secondary yang paling diminati yakni dengan harga di bawah Rp 500 juta, yang kebanyakan berada di Sidoarjo dan Gresik," kata Rudi Sutanto.

Sedangkan di Surabaya dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Dalam pemasarannya, saat ini broker properti tidak hanya mengandalkan cara konvensional. Namun juga mulai menggunakan cara digital marketing. Karena persaingan digital marketing sangat sengit, serta memudahkan calon pembeli melihat properti yang diinginkan. (pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Eksekusi Rumah, Penghuni Hadang Petugas Eksekutor
18-09-2019 | 17:06 wib

Pendidikan
Pemkab Nganjuk Akan Bangun Rumah Dinas Untuk Guru SDN Tritik...selanjutnya
18-09-2019 | 12:15 wib

Peristiwa
Tak Kunjung Dioperasi, Korban Laka Lantas Gugat RSUD Dr. Soe...selanjutnya
17-09-2019 | 17:52 wib

Peristiwa
Polisi Grebek Rumah Kost, Temukan 7 Remaja Sedang Mabuk
17-09-2019 | 17:17 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062