Peristiwa
Inilah 4 Fakta Mengejutkan Dibalik Ramalan Kiamat Sudah Dekat
Kamis, 14-03-2019 | 11:38 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Foto Heru Kuswanto
Kota Batu pojokpitu.com   Dalam jumpa pers di Polres Kota Batu dengan pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Majelis Sholawat Musa Alaihi Salam Dusun Pulo Sari Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang, mengklarifikasi isu kiamat sudah dekat yang sempat viral di media sosial.
Mohammad Romli Pimpinan Pengasuh Ponpes dan AKBP Budi Hermanto Kapolres Kota Batu memastikan isu tersebut telah dipelintir sekelompok orang. Mohammad Romli yakin bahwa ajarannya tidak menyimpang dengan akidah Islam dan setia terhadap NKRI.   

Namun diakui memang benar ada warga Ponorogo yang mendadak pindah ke Malang karena isu akan kiamat di daerahnya. Mereka mendadak pindah ke Malang karena isu akan kiamat di daerahnya.

Kebanyakan mereka membawa seluruh sanak keluarga dan menjual seluruh aset barang berharga sebelum pindah.

Berikut Fakta menyedihkan di balik isu kiamat sudah dekat di Ponorogo:

1. Warga Jual Rumah karena Percaya Kiamat akan datang

Warga Ponorogo ini pergi ke Malang dan menjual rumah. Hanya ada tiga keluarga yang menjual untuk biaya pergi ke Malang.
Dari informasi yang didapat, menurut Sogi, kebanyakan warga yang ke Malang hanya bilang hendak menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren di daerah Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Menjelaskan terkait isu tersebut pihak pondok pesantren tidak pernah mengajarkan kepada santrinya seperti fatwa yang sengaja di plintir oleh orang tidak bertanggung jawab.ajaran pondok sesuai aqidah dan negara kesatuan republik indonesia ,dan tidak pernah menyangkut yang radikal.

2. Bulan Ramadhan Akan Ada Perang

Fatwa kedua ramadhan tahun ini akan ada hura hara perang jamaah. Maka diminta membeli pedang seharga Rp 1 juta.
Adanya isu ini, puluhan warga tersebut telah menjual rumah dan tanah, serta harta bendanya guna memperdalam ilmu di Malang ini.

3. Warga Percaya Akan Muncul Musim Kemarau Panjang

Fatwa ketiga akan ada musim kemarau panjang yang mengakibatkan paceklik atau makanan mahal. Jamaah juga diminta menyetor gabah seberat 500 kilo gram.

4. Fhoto Pengasuh Dijual Rp 1 juta

Selain itu ada fatwa Fhoto pengasuh dijual seharga Rp 1 juta. Serta mengajarkan anak tidak lagi boleh sekolah, karena ijazah tidak berguna.

Terkait masalah ini, Polres Batu akhirnya mengelar pertemuan yang melibatkan Muspika Kasembon, MUI, KUA, dan MWC Nahdlatul Ulama Kasembon untuk membahas keabsahan fatwa tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap fatwa kiamat itu disebarluaskan dari Pondok Pesantren yang diasuh oleh Kiai Mohammad Romli di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon. Fatwa berisi mengenai peringatan bakal terjadi kiamat dan bencana pada bulan Ramadan nanti. Fatwa itu disebarluaskan melalui aplikasi obrolan WhatsApp.

Dalam pesan berantai itu juga disebutkan, karena akan terjadi kiamat, maka santri, jemaah diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal akhirat, dibawa dan disetorkan ke pondok.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto membenarkan ada peredaran pesan berantai tersebut. Namun ia mengatakan, pesan tersebut adalah hoaks. (pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang
16-03-2019 | 10:26 wib

Peristiwa
Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun
16-03-2019 | 10:17 wib

Peristiwa
MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
16-03-2019 | 10:09 wib

Peristiwa
Termakan Isu Kiamat, Sepasang Suami Istri di Mojokerto Ikut ...selanjutnya
15-03-2019 | 16:52 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062