Walikota Waspadai Klaster Baru, Imbau Warga Disiplin Prokes
Jatuh Bangun Para Seniman dan Komedian di Tengah Pandemi
Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Khofifah Bagikan Bantuan Kesehatan, Uang Tunai dan Sembako untuk Bakorwil V
Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Gas Lpg 3 Kg
DPRD Desak In Lounge Pub dan Karaoke Ditutup Total
Pengenaan Denda Perdana Banyak Warga Kaget dan Tidak Siap Uang Denda
Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jembatan Penghubung Magetan-Ponorogo Mulai Diperbaiki
Dewan Desak Pemerintah Daerah Keluarkan Aturan Tegas Terkait Jebakan Tikus



Citizen Journalism
Balai Bahasa Jawa Timur Gelar Bimtek Penulisan Kearifan Lokal di Blitar
Kamis, 14-03-2019 | 16:54 wib
Reporter : Pulung Aji
Blitar pojokpitu.com  Balai Bahasa Jawa Timur menggelar Bimtek Komunitas Baca di Blitar, dengan fokus penulisan karya kreatif berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang berlangsung tiga hari (12-14/03) digelar di Resko Kebun Kopi Karanganyar kecamatan Nglegok. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari komunitas baca se-Blitar Raya.

Tujuan kegiatan itu sangat sesuai dengan kondisi generasi milenial.  Salah satunya, generasi muda kini harus memahami akar budaya yang melahirkannya agar tidak tercerabut dari nilai-nilai luhur warisan bangsa.

"Kami berharap generasi muda turut aktif dalam menggali dan memahami kearifan lokalnya, sehingga mereka tidak asing dengan potensi kedaerahannya. Dengan begitu, mereka mengenal jati diri dengan benar sebagai bekal untuk menghadapi situasi dan kondisi kekinian," kata Mustakim, kepala Balai Bahasa Jawa Timur.

Dengan mengemas kearifan lokal dalam bentuk karya tulis kreatif, tidak hanya sebagai upaya dokumentasi saja. Namun, diharapkan muncul penulis handal dari Blitar. Hal itu karena potensi kearifan lokal Blitar sangat melimpah dan inspiratif. "Semoga lahir penulis berbakat dengan karya bermutu dari Blitar," tegas Mustakim.

Oleh karena itu, dalam bimtek tersebut dihadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi dari dunia penulisan. Ada yang menjabarkan tentang kearifan lokal Blitar, dan kiat-kiat mengemasnya dalam bentuk prosa dan puisi. Di antaranya adalah Rahmanto Adi dan Rangga Bisma Aditya dari Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, Yusri Fajar dari Universitas Brawijaya, serta Mashuri dan Hero Patrianto dari Balai Bahasa Jawa Timur.

Sementara itu Naila Nilofar, ketua panitia acara mengatakan, kemasan acara dengan perpaduan antara teori dan praktik. Dari praktik, sudah dihasilkan cukup banyak cerpen dan puisi dengan tema kearifan lokal di Blitar. Sebagian besar karya peserta sudah menarik. "Melihat komposisi peserta, yang sebagian besar dari komunitas baca dan mahasiswa, potensi mereka untuk berkembang memang besar," jelas Naila Nilofar.
 

Potensi tradisi, sejarah lokal, cerita rakyat, dan arkeologi di Blitar sangat mendukung sebagai bahan mentah untuk diolah menjadi karya kreatif lebih jauh.

"Potensi Blitar tidak kalah dengan daerah lain, bahkan banyak yang istimewa. Bila kawan-kawan tersebut serius dalam menggeluti karya kreatif, saya yakin akan lahir karya-karya istimewa yang berbasis kearifan lokal Blitar," tutur Rangga Bisma Aditya, yang juga dikenal sebagai budayawan Blitar (pul)



Berita Terkait

Metropolis
Apresiasi Insan Sastra, Balai Bahasa Jawa Timur Berikan Anug...selanjutnya
18-10-2019 | 22:20 wib

Pendidikan
Balai Bahasa Jatim Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia
25-09-2019 | 21:13 wib

Pendidikan
Salah Kaprah Bahasa di Media Massa Mulai Dibenahi Balai Baha...selanjutnya
19-09-2019 | 18:06 wib

Metropolis
Balai Bahasa Jawa Timur Mengadakan Pemilihan Duta Bahasa
01-08-2019 | 09:57 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062