Peristiwa
Isu Kiamat, Satu Keluarga di Jombang Boyong ke Malang
Jum'at, 15-03-2019 | 15:05 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Inilah video amatir yang sempat direkam telepon pintar salah satu warga, saat mengetahui ada bendera parpol PKB dengan nama salah satu caleg dibakar oleh orang tak dikenal. Foto: Handoko Kususmo
Jombang pojokpitu.com  Tiga keluarga di Jombang mulai menjual rumah dan semua harta bendanya, pasca beredar kabar akan segera kiamat. Mereka berencana akan boyong ke sebuah pesantren di Kasembon, Malang.
Dari 3 keluarga ini, satu keluarga sudah berhasil menjual rumahnya dan boyong. Sedang 2 lainnya masih menawarkan tanah dan rumahnya untuk bekal.

Salah satu rumah di Dusun Jemparing Desa Pakel Kecamatan Bareng, Jombang, yang dijual pemiliknya yakni Fatihin. Rumah ini telah terjual dan tidak berpenghuni sejak 2 bulan lalu. Pasalnya Fatihin bersama istri dan tiga anaknya telah boyong ke sebuah pesantren di Dusun Pulosari Desa Sukosari, Kasembon, Malang.   

Rumah berukuran 37 kali 7 meter ini telah berpindah tangan kepada keponakan Fatihin. Fatihin sendiri telah menjualnya dengan harga Rp 50 juta. Padahal harga normal diwilayah ini Rp 150 juta rupiah. Keluarga lainnya telah berusaha mencegah, namun Fatihin tetap menjualnya, karena takut kiamat segera terjadi.

Ahmad Burhani, adik Fatihin mengatakan, sebelumnya sang kakak bercerita jika dunia akan mengalami kegelapan selama dua bulan.

"Sehingga dirinya harus mencari perlindungan ke pesantren milik gurunya. Seluruh harta benda  dijual sebagai bekal hidup di sana," kata Ahmad Burhani.

Darmaji Kepala Desa Pakel mengatakan, selain Fatihin masih ada 2 kepala keluarga lainnya di desa ini yang juga berencana menjual rumahnya. Namun hingga saat ini masih dalam proses penawaran.

"Yaitu Sajidin yang memiliki istri dan tiga anak serta Ridwan yang memiliki istri dan satu anak. Dua kepala keluarga tersebut juga takut kiamat dan dikabarkan akan boyong ke Kasembon, Malang," jelas Darmaji.

Pihak desa mengaku tidak tahu persis berapa warga yang menjadi pengikut pesantren di Kasembon Malang tersebut. Pihak desa melalui tokoh agama telah berusaha mencegah tiga kepala keluarga tersebut menjual rumahnya, dan mengatakan isu kimata tersebut belum diketahui kebenarannya. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang
16-03-2019 | 10:26 wib

Peristiwa
Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun
16-03-2019 | 10:17 wib

Peristiwa
MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
16-03-2019 | 10:09 wib

Peristiwa
Isu Kiamat, Satu Keluarga di Jombang Boyong ke Malang
15-03-2019 | 15:05 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062