Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial



Peristiwa
Termakan Isu Kiamat, Sepasang Suami Istri di Mojokerto Ikut Mengungsi ke Pondok Pesantren Malang
Jum'at, 15-03-2019 | 16:52 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com  Isu kiamat yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, juga merembet hingga Mojokerto. Sepasang suami istri warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, ikut bergabung dengan Jamaah Thoriqoh Musa AS dan mengungsi di Ponpes Miftakhul Falahil Mubtadin di Kasembon, Malang. Bahkan untuk tinggal di Malang, pasangan suami istri ini terpaksa menjual seluruh barang - barang berharga yang dimilikinya.
Kesedihan terlihat jelas di wajah Ninik Suwarni, ibunda dari Qurotul Aini dan menantunya, Rizki. Pasalnya, anak dan menantunya telah pergi seminggu lalu dan bergabung dengan Jamaah Thoriqoh Musa AS untuk mengungsi di Ponpes Miftakhul Falahil Mubtadin di Kasembon, Malang.
 
Suasana rumah yang sebelumnya ramai oleh anak dan menantunya kini menjadi sepi. Rasa khawatir ini dirasakan Ninik Suwarni sejak kepergian anak dan menantunya. "Anak dan menantunya berangkat ke Malang untuk mengungsi karena termakan isu kiamat seperti yang terjadi di Ponorogo," kata Ninik Suwarni.
 
Ironisnya, sebelum pergi dan bergabung di Ponpes Miftakhul Falahil Mubtadin, pasangan suami istri ini menjual seluruh barang-barang berharga, seperti sepeda motor, perhiasan, kipas angin dan sejumlah perabotan rumah lainnya, dengan alasan isu kiamat sebentar lagi akan terjadi.
 
Sementara itu, Ninik Suwarni, ibunda Qurotul Aini dan menantunya Rizki, berharap anak dan menantunya itu, segera kembali pulang ke Mojokerto serta keduanya sadar bahwa isu kiamat tersebut tidak benar akan terjadi pada bulan ini.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang
16-03-2019 | 10:26 wib

Peristiwa
Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun
16-03-2019 | 10:17 wib

Peristiwa
MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
16-03-2019 | 10:09 wib

Peristiwa
Termakan Isu Kiamat, Sepasang Suami Istri di Mojokerto Ikut ...selanjutnya
15-03-2019 | 16:52 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062