Hukum
Hasil OTT Dispendukcapil Jember Mulai Disidangkan
Senin, 18-03-2019 | 19:19 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com  Hasil operasi tangkap tangan (OTT) Polres Jember di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin sore. Dua terdakwa, yakni Sri Wahyuniati, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan M. Kadar, warga sipil, dihadirkan jaksa penuntut umum di persidangan.
Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum, Totok Walidi, dari Kejari Jember menilai terdakwa Sri Wahyuniati selaku Kadispendukcapil Jember menerima suap sebesar Rp 10 juta  dari terdakwa M. Kadar, aktivis LSM yang berperan sebagai calo.

Atas perbuatannya tersebut, Sri Wahyuniati dijerat pasal 12 Undang-Undang Tipikor nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara terdakwa M. Kadar yang merupakan warga sipil dijerat pasal 5 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dalam dakwaan, terdakwa Sri Wahyuniati menerima pungli dari terdakwa M. Kadar sejak Maret 2018. Jumlah uang yang disetor berkisar Rp 1 juta hingga Rp 9 juta per hari. Modusnya, tersangka M. Kadar meminta sejumlah uang kepada pemohon yang menginginkan pengurusan cepat.

Biaya untuk mengurus KTP atau KK (kartu keluarga), terdakwa Kadar meminta uang Rp 100 ribu. Sementara untuk kartu identitas anak seharga Rp 25 ribu per item. Selanjutnya, berkas pemohon diserahkan kepada sopir Kadispendukcapil, sementara uang disetorkan ke Kadispendukcapil, Sri Wahyuniati.

Atas dakwaan ini, penasehat hukum kedua terdakwa sama-sama tidak mengajukan eksepsi. Atas keputusan ini, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan langsung meminta jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi pada sidang berikutnya yang akan digelar 25 Maret mendatang. (end)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062