Akhirnya Gresik Masuk Zona Oranye Covid-19
Kakak Adik di Tuban Kompak 4 Kali Curi Motor
Panen Porang Melimpah, Petani Untung Ratusan Juta Rupiah
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara



Metropolis
Kesulitan Biaya, Orang Tua Anak Penderita Gizi Buruk Mengadu ke Anggota Dewan
Kamis, 21-03-2019 | 17:00 wib
Reporter : Mohammad Amin
Gresik pojokpitu.com  Seorang anak di Lumpur Gresik, diduga menderita kekurangan gizi. Karena orang tua korban kesulitan biaya, sehingga mengadu ke anggota DPRD Gresik.
Sungguh tragis, di Kota Gresik yang dikenal dengan kota industri, apalagi di wilayah perkotaan ternyata, ada anak yang diduga menderita kurang gizi.

Alveeta Resky Zanuari, meskipun suka makan dan minum ternyata badannya kecil dan dibagian perutnya mengeras. Meskipun orang tuanya sudah berkali kali membawa anaknya ke puskesmas tapi, tak kunjung ada perubahan.

Sementara untuk periksa ke rumah sakit supaya lebih mendapatkan pelayanan dokter secara detail tak berani karena faktor ekonomi.

Sehingga pada Kamis (21/3) pagi, ada warga yang menyampaikan keluhan orang tua anak yang di duga kekurangan gizi ke anggota DPRD Gresik.

Syaiku Busiri, anggota DPRD Gresik, menjelaskan, ternyata setelah di cek di daerah Lumpur, Gresik, memang benar ada  anak diduga menderita kurang gizi.

"Sehingga tadi anak tersebut, langsung diminta untuk di bawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan pemeriksaan secara detail, untuk bisa segera diobati supaya tubuh anak yang usianya sekitar lima tahun tersebit bisa sehta seperti anak seusianya," kata Syaiku Busiri.

Semestinya, bila petugas kesehatan di tingkat desa, kelurahan, rutin melakukan pemantauan terhadap balita dan perkembangannya, tentu saja kejadian adanya anak kekurangan gizi akan bisa ditangani secara cepat. (yos)


Berita Terkait

Kesehatan
Balita di Lamongan Diduga Terkena Gizi Buruk
13-01-2020 | 23:22 wib

Kesehatan
Bocah Penderita Gizi Buruk Jalani Perawatan
24-09-2019 | 05:20 wib

Sosok
Sangat Butuh Bantuan Bupati, Balita Miskin Ini Tak Beranus d...selanjutnya
24-06-2019 | 10:48 wib

Kesehatan
Balita Alami Kelainan dan Gizi Buruk Dievakuasi ke Rumah Sak...selanjutnya
10-04-2019 | 17:32 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062