Dari 65 Guru SMP Tes Swab, 4 Guru Dinyatakan Positif Corona
Sekolah Berasrama Boleh Buka, Tapi Secara Bertahap
Frustasi Gagal Panen, Petani Bakar Tanaman Padinya
UGD Rumah Sakit R Soedarsono Ditutup 1 Hari Setelah Nakes Positif Corona
Melayat Drive-Through
Kantor Imigrasi Ponorogo Akan Naik Status Kelas II
Perjuangan Pelajar di Pegunungan Cari Sinyal Untuk Belajar Daring
Rekom Hanura Genapkan 31 Kursi Dukungan Pasangan Yuhronur-Rouf
Siswa SD Surabaya Sulap Kain Handuk Bekas Jadi Kerajinan
Sering Blayer Motor Saat di Kampung, Bapak Anak Kompak Keroyok Tetangga
Pemkab Madiun Segera Laksanakan Tes SKB CPNS 2019
Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa
Dipengaruhi Ekonomi, Jumlah Pemohon Diska Bojonegoro Capai 406 Perkara
Jumlah Penderita Capai Jutaan, Ahli Endokrin: Diabetes Juga Pandemi
Foto Terbaru, Tubuh Mike Tyson Ramping, Dadanya Bidang, Bisepnya Kukuh



Sosok
Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Menganyam Tampah
Selasa, 02-04-2019 | 14:26 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com  Keterbatasan tak membuat Anisa Larasati, penderita penyakit langka untuk berpangku tangan. Meskipun kedua kakinya tak lagi dapat digunakan, bocah berumur 14 tahun ini tetap aktif menuntut ilmu. Ia juga nekat membantu orang tuanya, dengan cara membuat tampah atau nampan tradisional berbahan bambu.
Dengan sabar, Anisa Larasati menunggui ibunya menganyam tampah. Kesulitan bergerak, menjadikan Anisa tak bisa menganyam nampan tradisional berbahan bambu itu, sedari awal. Usai tampah pola tampah setengah jadi terbentuk, kini tugas Anisa untuk meneruskan anyaman bambu dari ibunya.

Kegiatan ini selalu di lakoni bocah kelahiran 18 November 2005 itu setiap hari, Anisa sangat ingin bermain dengan teman sebayanya. Namun apa mau di kata, penyakit militis transversa atau lumpuh kayu, yang menderanya sejak usia 4 tahun, menjadikan Anisa tak bisa berjalan.

Bahkan separuh tubuhnya mati rasa, tetapi anisa tak mau putus harapan. Meksi memiliki keterbatasan, Anisa tetap nekad mengemban pendidikan. Warga Dusun Sono Desa Kalikuning itu, saat ini berstatus sebagai siswa kelas 6 sekolah dasar. Meskipun, dirinya hanya bisa belajar di rumah bersama sang ibu.

Menganyam bambu menjadi pilihan anisa untuk mengisi waktu sekaligus  membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup. "Dalam sehari, sata bisa memproduksi 2-5 keping nampan tradisional," kata Anisa Larasati.

Bukan perkara mudah menganyam bambu jadi alas tampah. Selain jumlah bambu yang banyak, keterbatasan gerak jadi penghalang anisa membantu sang ibu.

Sunarti, sang ibu, mengatakan, sempat dirawat rumah sakit selama 17 hari, namun kondisi Anisa tak kunjung membaik. Hingga aklhirnya pihak keluarga memilih membawanya pulang.

"Meski berobat dengan  BPJS, namun kondisi ekonomi membuat keluarga kesulitan membiayai transportasi dan biaya lainnya," kata Sunarti.

Disela pekerjaanya menganyam bambu, Anisa selalu menyempatkan tangan mungilya, untuk belajar mengerjakan soal. Ia tak mau menjadikan keterbasatan, sebagai alasan untuk menyerah begitu saja. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
11-02-2020 | 03:15 wib

Peristiwa
Heboh, Pria Lumpuh Sejak Lahir Menikahi Janda Cantik
20-06-2019 | 03:10 wib

Sosok
Dengan Kondisi Lumpuh, Anisa Masih Bantu Keluarga Dengan Men...selanjutnya
02-04-2019 | 14:26 wib

Peristiwa
Belasan Tahun, Pemuda 22 Tahun Asal Jombang Ini Lumpuh
22-11-2018 | 16:29 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062