Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun



Ekonomi Dan Bisnis
Setelah Deflasi, Di Bulan Maret Inflasi Jatim Melesat Hingga 0,16 Persen
Jum'at, 05-04-2019 | 09:14 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com  Setelah alami deflasi di bulan Februari hingga 0,18 persen, di bulan Maret, inflasi Jawa Timur justru melesat hingga 0,16 persen. Hal ini dipengaruhi sejumlah komoditi seperti tarif tiket pesawat , bawang merah , bawang putih, emas perhiasan hingga parfum.
Selama bulan Maret , Jawa Timur mengalami inflasi hingga 0,16 persen, melampaui inflasi nasional yang hanya 0,11 persen. Padahal di bulan Februari lalu, Jatim alami deflasi hingga 0,18 persen.

Dari 8 titik pengamatan Badan Pusat Statistik Jatim, inflasi terjadi di 5 wilayah, dan tertinggi di Kota Malang 0,36 persen, diikuti Banyuwangi 0,17 persen, dan Kediri 0,16 persen, Surabaya 0,15 persen dan Madiun 0,14 persen. Sedangkan deflasi terjadi 3 wilayah yakni Probolinggo 0,12 persen, Sumenep 0,07 persen dan Jember 0,06 persen.

Menurut Satriyo Wibowo, Kabid Distribusi Statistik BPS Jawa Timur, beberapa komoditi yang mempengaruhi  tingginya inflasi ini adalah naiknya harga tarif tiket pesawat, serta naiknya harga bawang merah dan bawang  putih karena kurangnya pasokan. Selain itu tarif KA, upah pembantu rumah tangga dan emas perhiasan juga termasuk. Bahkan uniknya , parfum juga termasuk dalam komoditi yang mempengaruhi inflasi.

"Sementara komoditi yang mempengaruhi deflasi adalah beras, daging ayam ras, dan ikan mujair, karena harganya turun," kata Satriyo Wibowo, Kabid Distribusi Statistik BPS Jawa Timur.

Satriyo menambahkan, menjelang bulan puasa pada awal Mei mendatang diwaspadai harga akan mengalami kenaikan, yang dikhawatirkan juga dapat mempengaruhi tingkat inflasi.(end)


Berita Terkait

Ekonomi Dan Bisnis
Inflasi Jatim Sepanjang 2019 Sebesar 2,12 Persen
02-01-2020 | 18:29 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Cabe Rawit Sumbangkan Andil Besar untuk Inflasi Jatim Bulan ...selanjutnya
02-08-2019 | 09:14 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Momen Lebaran, Inflasi Jatim pada Juni 2019 Hanya 0,13 Perse...selanjutnya
01-07-2019 | 18:45 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Bulan Ramadhan, Jatim Alami Inflasi 0,29 Persen
10-06-2019 | 17:25 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062