Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Resmi, Nasdem Serahkan Rekomendasi Balon Bupati Pada Gagarin
Era New Normal, Dindik Madiun Tetap Larang KBM Tatap Muka
Puluhan Guru Jalani Rapid Test, Dinkes Madiun Rekomendasikan Karantina Mandiri
Partai Gerindra Resmi Turunkan Surat Rekomendasi Untuk Calon Petahana di Pilkada Trenggalek
Rekom Gerindra Untuk Bakal Calon Bupati Bambang Haryo Masih Menjadi Teka Teki
Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Koni Jatim Gelar Rapid Tes di Malang, 3 Orang Reaktif
Razia Masker di Tuban, Sejumlah Pelanggar Kabur
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen



Mataraman
Kerajinan Gantungan Kunci Tokoh Pewayangan Dari Kulit Sisa
Jum'at, 12-04-2019 | 01:20 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Memanfaatkan bahan dari sisa pembuatan wayang kulit, seorang juru sungging atau perajin wayang kulit di Tulungagung, membuat kerajinan gantungan kunci wayang kulit.
Bentuknya mirip dengan wayang kulit aslinya, menjadikan gantungan kunci unik ini, banyak diminati dan dijadikan souvenir. Pesananan datang tidak hanya dari Tulungagung saja, tetapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur.

Menempati teras rumahnya di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman Tulungagung inilah, Lamuni, seorang juru sungging atau perajin wayang kulit, sehari-hari mengerjakan pesanan wayang kulit dari para pelanggannya.

Namun ketika sedang sepi garapan wayang, Lamuni juga membuat kerajinan gantungan kunci, dengan memanfaatkan kulit sisa pembuatan wayang.

Kulit kambing, sapi, dan juga kerbau yang telah disamak dengan ukuran yang tidak beraturan, setelah dibuat simpingan wayang kulit  oleh Lamuni, digambar atau dimal berbagai jenis karakter tokoh wayang kulit.

Meski ukurannya relatif kecil, namun kulit yang telah dimal tersebut  pengerjaan hampir sama dengan wayang berukuran besar, tetapi tidak di pahat hingga detail.

Meski telah lama menjadi juru sungging wayang kulit dan nyaris tidak ada kesulitan dalam menyelesaikan pesanan wayang kulit. Namun dalam membuat gantungan kunci wayang kulit ini, proses mewarnai menjadi kesulitan tersendiri.

Dengan ukuran yang lebih kecil, pewarnaan harus persis dengan wayang aslinya sehingga akan tetap nampak ketokohan wayang yang dibuat .

Menurut Lamuni, ide membuat gantungan kunci tokoh wayang kulit berawal saat temannya memesan wayang berukuran kecil yang digunakan untuk gantungan kunci. Tidak disangka gantungan kunci yang di nilai unik ini banyak penggemarnya.

"Akhirnya saya memberanikan diri membuat gantungan kunci wayang kulit, dengan berbagai macam karakter tokoh pewayangan," kata Lamuni.

Kini, gantungan kunci wayang kulit hasil pahatannya banyak dipesan dari berbagai kota disekitar Tulungagung, yakni Kediri, Blitar, Nganjuk dan Ttrenggalek. Bahkan pesanan juga datang dari Bali yang digunakan sebagai souvenir.

Satu buah gantungan kunci wayang kulit oleh Lamuni, rata-rata di benderol 30 ribu rupiah. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062