Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji



Politik
Bagi Uang Caleg, Seorang Kurir Timses Kena OTT Warga
Senin, 15-04-2019 | 16:15 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ponorogo mengamankan seorang kurir Timses, yang hendak membagikan uang milik salah satu calon legislatif DPRD Ponorogo. Foto Heru
Ponorogo pojokpitu.com  Nasip sial dialami seorang kurir tim sukses dari salah satu calon legeslatif DPRD Ponorogo. Ia kena Operasi Tangkap Tangan oleh warga , karena hendak membagikan uang untuk mencoblos Caleg yang sudah ditentukan.
Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ponorogo telah mendapatkan laporan seorang warga Desa Jenangan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Dalam laporan tersebut, seorang warga berinisial A atau seorang kurir Timses warga setempat, dilaporkan hendak membagikan uang milik salah satu calon legislatif DPRD Ponorogo.

Warga berinisial A, beserta barang bukti uang senilai Rp 1.3 juta dan tiga lembar kertas bertulisan nama - nama warga yang hendak diberi uang langsung  ditangkap dan diamankan. Setelah dimintai keterangan langsung dilaporkan ke Bawaslu untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Marji Nurcahyo, Koordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Pemilu, berdasarkan keterangannya pelaku A, akan membagikan uang pecahan senilai Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu ke masing masing warga yang sudah tercatat. Selanjutnya meminta untuk memcoblos salah satu Caleg DPRD Ponorogo yang sudah memberi uang tersebut.

Sementara atas perbuatannya pelaku dapat terjerat dengan pasal 523 ayat 2 dan pasal 278 ayat 2 dengan ancamam hukuman 4 tahun penjara atau denda Rp 48 juta. (pul)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062