Metropolis 

Aksi Pembunuhan dan Mutilasi Guru Dipicu Pertengkaran Uang Kencan Rp 100 Ribu
Senin, 15-04-2019 | 19:09 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya - Motif pembunuhan Budi Hartanto, guru SD honorer di Kediri yang mayatnya dimutilasi akhirnya terkuak. Akibat korban berkata kasar, setelah pelaku menolak uang membayar uang kencan sebesar Rp 100 ribu. Di hadapan wartawan, pelaku pun menangis dan meminta maaf kepada keluarga korban.


Penyidikan kasus pembunuhan guru tari di Kediri yang dimutilasi, terus dikembangkan penyidik Subdit III Jatanras Ditrskrimum Polda Jatim. Setelah berhasil menangkap kedua tersangka utama pembunuhan Budi Hartanto, yaitu Aris Sugianto alias AS dan Aziz Prakoso alias AJ, polisi berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis tersebut.
 
Hasil penyidikan, pelaku Aris, merupakan teman kencan korban. Keduanya merupakan pasangan kencan sejenis dan telah bertemu setahun lalu, melalui aplikasi hornet, atau media sosial khusus gay. Pembunuhan itu pun terjadi saat kencan yang keempat. Motifnya adalah korban berkata kasar, setelah pelaku tak bisa membayar uang kencan sebesar Rp 100 ribu.
 
Keduanya pun terjadi pertengkaran dan korban terus menagih hutang kencan kepada pelaku Aris. Mendengar perkataan kasar korban, pelaku Aziz yang merupakan teman pelaku Aris, memberikan teguran.
 
Namun pelaku Aziz justru mendapat tamparan dari korban. Tamparan ini dibalas hingga berujung bentrok. Pelaku, lalu mengambil parang dan menyabetkannya ke leher dan punggung korban berkali-kali. Setelah tewas, atas permintaan pelaku Aris, mayat korban lalu dimasukkan koper. Namun karena tak muat, kepala korban akhirnya dipotong.
 
"Jasad korban dalam koper dibuang di bawah jembatan Karang Gondang Blitar, sementara kepalanya dibuang ke sungai wilayah Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kediri. Di hadapan awak media, kedua pelaku mutilasi ini menangis dan memintaa maaf kepada keluarga korban," kata Kombespol Gupuh Setiono, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim.
 
Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti, diantaranya, koper, handphone, golok, dan sepeda motor korban. Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau waktu tertentu, paling lama 20 tahun penjara.(end)
 



Berita Terkait

24-04-2019 | 17:10
Reka Adegan Pembunuhan Mayat Dalam Koper di Lokasi Temu...

24-04-2019 | 14:48
Polisi Gelar Rekonstruksi Mutilasi Pembunuhan Guru Tari...

15-04-2019 | 19:09
Aksi Pembunuhan dan Mutilasi Guru Dipicu Pertengkaran U...

13-04-2019 | 16:02
Rumah Kontrakan Tempat Eksekusi dan Mutilasi di Police ...


Sponsored Content

loading...


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062