Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh



Metropolis
Data Kemenkominfo, Konten Hoax Jelang Pemilu Naik 60 Persen
Senin, 15-04-2019 | 19:18 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com  Kementerian Komunikasi dan Informatika Pusat telah melakukan pemblokiran berita hoax 10 hingga 12 konten per hari. Meski demikian, konten hoax semakin meningkat jika dibandingkan sebelum pelaksanaan pemilihan umum yang mencapai sekitar 60 persen.
Profesor Doktor Henri Subakto selaku Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, saat ini jumlah pengguna media sosial dengan menggunakan berita hoax sangat memperhatinkan. Karena setiap harinya Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menghapus atau memblokir konten sebanyak 10 hingga 12 berita hoax.
 
Jumlah tersebut dinilai naik jika dibandingkan mendekati pelaksanaan pemilihan umum yang telah mencapai 60 persen. Angka prosentase tersebut diperkirakan akan meningkat seiring mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum 17 April mendatang.
 
Banyaknya masyarakat menggunakan media sosial merupakan sebuah tempat atau ajang kampanye berpolitik sehingga masyarakat bisa leluasa dan bebas dalam menulis konten dengan harapan mengelabuhi. "Namun hoax juga tidak berasal dari bidang politik saja, melainkan dari berbagai hal seperti kesehatan, ekonomi dan keagamaan secara komersial," kata Prof. dr. Henri Subakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kemen Kominfo.
 
Untuk menanggal beredarnya berita hoax di medsos, Kementerian Kominfo telah melakukan upaya pencegahan dengan mendatangi sejumlah ponpes. Tak hanya itu, Kemenkominfo juga telah memberikan pemahaman kepada ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI untuk memerangi berita hoax yang kian hari semakin meningkat.(end)
 



Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062