Marhaban_Ya_Ramadhan
Terapi Pecandu Narkoba, Gunakan Cara Spiritual dan Es Batu
Selasa, 07-05-2019 | 13:28 wib
Reporter : Ali Makhrus
Malang pojokpitu.com  Sebuah pondok pesantren di Kota Malang, menyediakan layanan terapi bagi para pecandu narkoba. Di Ponpes tersebut, pecandu narkoba mengikuti terapi secara spiritual serta terapi menggunakan es batu.
Berita Video : Terapi Pecandu Narkoba, Gunakan Cara Spiritual dan Es Batu
Dari terapi ini, banyak pecandu narkoba yang sembuh dalam waktu tiga hingga lima bulan.

Adalah Pondok Pesantren Salafiyah Sabilul Hikmah, yang terletak di jalan Cakalang Kota Malang, yang menyediakan layanan terapi bagi pengguna narkoba. Sekilas memang ponpes ini tak nampak, karena lokasinya masuk kedalam gang kecil di samping musholla.

Namun, layanan terapi ini sudah ada sejak tahun 2007 silam. Pengasuh ponpes yang sekaligus penerapi pengguna narkoba, Ubaidillah Hamid, menjelaskan bahwa, dalam melakukan terapi dirinya membatasi hanya dua puluh dua orang pecandu narkoba saja.

Tidak hanya pecandu narkoba, ponpes ini juga memberikan tempat dan terapi bagi anak jalanan, yang terlanjur dan terbiasa hidup dengan minuman keras.

Ada dua jenis cara yang diterapkan oleh gus Ubaidillah, melalui terapi spiritual, dan terapi es batu.

Lewat terapi spiritual, dirinya mengajak santrinya untuk melakukan sholat, membaca al quran, dzikir, membaca asmaul husna, dan membaca yasin.

"Sedangkan terapi yang kedua, saya menggunakan es batu sebagai media yang diyakini ampuh dapat menenangkan pecandu," kata Ubaidillah Hamid.

Sebelum melakukan terapi, pecandu akan diajak melantunkan dzikir dan membaca surat yasin. Setelah itu, pecandu narkoba akan disuguhi es batu yang kemudian dikunyah, dengan dibarengi doa yang dilantunkan oleh gus Ubaidillah.

Sambil terus disugesti, untuk meninggalkan narkoba ataupun miras, yang bisa merusak jiwa mereka. Dengan mengunyah es batu dipercaya,bisa membuat sirkulasi darah lancar dan halusinasi tidak akan muncul. karena akan memberi efek rileks.

Sementara itu, menurut salah satu pecandu narkoba, yang datang dari Yogyakarta, Edward Syahdewa, menuturkan bahwa, ia sudah datang kedua kalinya ke ponpes ini.

"Karena saat terapi pertama saya merasa tidak betah, yang menyebabkan kambuh menggunakan narkoba, dan kini di terapi kedua, selama tiga bulan saya merasakan kecanduannya menghilang dan merasa lebih tenang," kata Edward Syahdewa.

Disamping kegiatan tambahan selama bulan ramadhan, ponpes ini juga tetap melakukan terapi bagi pecandu narkoba. Namun bedanya, terapi dilakukan saat malam hari. (yos)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062