Sekolah Hadirkan Wali Murid Kesehatan Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Gapoktan Berharap Ada Kepastian Terkait Penggunaan Jebakan Tikus
Terjaring Razia Tak Bawa Masker, Seorang Wanita Menangis
Wisata Makam Warna Warni
Wabup Pastikan Denda Tidak Pakai Masker Kurang Dari Rp 250 Ribu
Cegah Klaster Covid 19, Usia Dibawah 10 Tahun dan Diatas 60 Tahun Dilarang ke Gunung Bromo
Besaran Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Dinaikkan
Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Kabupaten Bojonegoro Menurun
Tak Pakai Masker, Puluhan Pengendara Didenda
Angka Pernikahan Dini di Ponorogo Melejit
Pendidikan Tertib Lalin Melalui Kampung Tangguh Semeru



Peristiwa
Karena Faktor Ekonomi, Ibu dan Anak di Pasuruan Tewas Minum Racun Potas
Selasa, 07-05-2019 | 19:12 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com  Seorang ibu dan anak di Pasuruan mengakhiri hidupnya dengan minum potas. Diduga korban nekad mengakhiri hidupnya lantaran terhimpit ekonomi. Sebelum menenggak racun ibu dan anak ini menulis wasiat permintaan maaf kepada keluarganya.
Duka mendalam menyelimuti keluarga Lamat (57) warga Dusun Beji Kidul Desa Karangsono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, setelah ditinggal anak dan istrinya dengan cara yang tragis dengan meminum racun potas.

Mereka adalah Yatmiati (50) dan Yogi Bagas Waluyo (8) ditemukan tergeletak karena meminum kopi yang dicampur racun potas.

Peristiwa tersebut diketahui, setelah Lamat, suami korban mengaji di rumahnya karena rutinitas bulan Ramadhan. Tiba- tiba terdengar suara aneh dari dalam kamarnya, saat dilihat ternyata kamar dalam keadaan terkunci sehingga memanggil Yusuf, anak pertama. Tak disangka istri dan anaknya tewas dengan mulut berbusa.

Atas kejadian tersebut, para kerabat kaget dan tak menyangka jika keduanya tewas dengan cara mengenaskan. Padahal mereka dikenal baik dan ramah kepada saudara maupun tetangga.

Diduga kuat Yatmiati mengakhiri hidupnya karena terhimpit ekonomi. Pasalnya, sebelumnya korban dan sang suami sempat terjadi perdebatan kecil karena menjelang Lebaran.

"Sebelum mengakhiri hidupnya, korban menulis wasiat permintaan maaf kepada keluarga," kata Kapolsek Purwosari, AKP I Made Suwardana.

Polisi yang mendapat kabar peritiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian, namun pihak keluarga enggan melakukan otopsi dan meminta kasus ini tidak dilanjutkan.(end)


Berita Terkait

Peristiwa
Lama Menganggur, Pria Beristri Nekat Tenggak Racun
21-01-2016 | 07:33 wib

Peristiwa
Aneh bin Ajaib, Ada Manusia Peminum Cairan Beracun di Tuban
15-10-2015 | 16:31 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062