Beberapa Kali Beraksi, Akhirnya Pencuri Cilik Tumbang di Polsek Wagir
Pelaku Ranmor Ditangkap Saat Pesta Sabu
Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Libur Panjang, Kampung Tangguh Dirikan Sekolah Tangguh
Lima PSK Terjaring Razia , Dua di Antaranya Kakak Beradik
Hasil Supervisi Propam Mabes Polri, Polisi di Jatim Rawan Selingkuh
Diseruduk Bus Dari Belakang Truk Terguling
Ratusan Kepala Desa Dari Jatim Gruduk MK Kawal Sidang Judicial Review Dana Desa
SPBU Mini dan Dua Ruko Terbakar, Kakak Pemilik SPBU Tewas
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP



Sosok
Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api
Selasa, 14-05-2019 | 02:17 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com  Memanfaatkan waktu luang untuk membantu keuangan keluarga, seorang bocah di Tulungagung, rela menjadi sukarelawan penjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Uang hasil pemberian pengguna jalan yang terkumpul, seluruhnya diberikan pada orang tua, untuk ditabung dan juga keperluan biaya sekolah.
Di perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Desa Gendingan , Kecamatan Kedungwaru , Tulungagung inilah, Dafa Bagus Dwi Saputra , menjadi sukarelawan penjaga perlintasan. Setiap sore bocah berusia 12 tahun ini, memperingatkan para pengendara jika ada kereta yang hendak melintas.

Dafa biasa beraktifitas dari pukul 5 hingga 6 petang, dia menggantikan sukarelawan lain, yang beraktifitas di lokasi tersebut sejak siang hari.

Peran relawan penjaga di perlintasan sebidang tersebut sangat vital, terlebih saat menjelang sore hari, sirine dan lampu peringatan bertenaga surya di lokasi tidak berfungsi. Alat peringatan jika ada kereta yang hendak melintas tersebut tidak berfungsi maksimal, karena baterainya rusak.

Anak kedua dati empat bersaudara ini, dengan cekatan mengatur hilir mudik kendaraan menyeberangi rel kereta. Jika terlihat ada kereta yang hendak melintas, dengan tegas menghentikan seluruh kendaraan.

Aktifitas menjaga perlintasan ini telah dilakukan dafa sejak tiga bulan terakhir. Tidak sedikit, pengguna jalan yang terbantu aksi bocah ini, memberikan uang sekedarnya. Selama satu jam menjaga perlintasan, rata rata dia bisa mengantongi uang antara 10 hingga 30 ribu rupiah.

Perlintasan sebidang sebagai jalur keluar Desa Gendingan ke jalan nasional Tulungagung-Kediri ini cukup ramai. keberadaan sukarelawan dinilai sangat membantu pengguna jalan.

Seluruh hasil uang jerih payahnya tersebut oleh Dafa diberikan kepada ibunya yang juga membuka warung kopi kecil kecilan dirumah untuk di tabung dan biaya sekolah.

Penghasilan keluarga dari ayahnya sebagai tenaga pemungut sampah, dan juga sukarelawan penjaga perlintasan, terbilang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (yos)


Berita Terkait

Politik
Pemkab Akan Anggarkan Pengadaan 5 Palang Pintu Perlintasan K...selanjutnya
19-06-2019 | 11:49 wib

Sosok
Bocah Penjaga Perlintasan Kereta Api
14-05-2019 | 02:17 wib

Metropolis
AWAS ! Terobos Palang Pintu KA, Terancam Pidana Kurungan 3 B...selanjutnya
09-05-2019 | 17:20 wib

Peristiwa
Jadi Titik Kemacetan, Jalan Simpang Perlintasan KA Sukosari ...selanjutnya
28-08-2018 | 18:05 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062