Khabib, Petarung Tangguh yang Berakhlak
Mantan Asisten Chef Sulap Ketan Jadi Makanan Berkelas
Mati Suri 10 Bulan, Kumpulan Event Organizer Gelar Simulasi Konser New Normal
Pemulihan Ekonomi Jatim, Gubernur Khofifah Salurkan Berbagai Bantuan Covid 19
KPU dan LO Paslon Serah Terima APK dan BK
Sosialisasi Pencegahan Covid 19, Gubernur Khofifah Gowes di Kota Situbondo
Semua Kebutuhan Logistik Sudah Dilakukan Proses Lelang
Pekerja Underpas Tidak Sadar Disidak Gara-Gara Bupati Pakai Sarung
Jelang Maulid Nabi, Harga Pisang di Lumajang Anjlok
Tokoh Senior PDIP : Tegak Lurus Partai, Pilwali Coblos Nomer 2 Machfud-Mujiaman
3 Bayi Singa Afrika Lahir, Menambah Koleksi di TSI 2 Prigen
Zona Kuning di Jatim Sudah 50 Persen
VV Venlo: Tetap Tegak Meski Dibantai 0-13 Oleh Ajax
Arief Rahman Terpilih Lagi Jadi Ketua Amsi Jawa Timur
Nonton Wayang Kulit, Gubernur Jatim Hadiri Peringatan HUT Jatim ke 75 di JTV



Pantura
Panen Raya Melon, Warga Rebutan Gunungan Buah Melon
Jum'at, 17-05-2019 | 13:00 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Begini kemeriahan pesta rakyat grebek buah melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Foti: Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Rebutan gunungan buah melon seberat 4 ton mewarnai pesta rakyat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ratusan warga rela berdesak-desakan demi mendapat buah melon segar yang dibagikan secara gratis. Pesta rakyat tersebut digelar petani sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan yang esa atas limpahan hasil panen.
Kemeriahan terlihat saat pesta rakyat grebek buah melon di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Ratusan warga, mulai dari wanita, anak-anak, hingga pria dewasa, terlibat rebutan gunungan buah melon yang disiapkan para petani.

Hanya hitungan menit, belasan gunungan buah melon berukuran sedang ludes diserbu warga. Meski demikian, warga masih belum puas dan berusaha terus merangsek mendekati gunungan raksasa. Sehingga untuk menghindari kericuhan, gunungan raksasa ini tidak diperebutkan.

Panitia memutuskan melempar buah melon pada gunungan raksasa keluar area. Namun demikian warga tetap berdesak-desakan memperebutkan buah melon yang dilempar.

Saefiyudin, Camat Pumpang, mengatakan, grebek melon ini merupakan wujud rasa syukur petani kepada tuhan yang maha esa atas limpahan hasil panen.

"Hal ini dapat menopang perekonomian warga sekitar, yang notabene menggantungkan hidup dengan bercocok tanam," kata Saefiyudin.

Petani merasa sangat senang mnyamput panen dengan hasil melimpah. Sebab, beberapa tahun terakhir usaha mereka kerap gagal diterjang banjir. Melihat antusiasme warga, grebek melon ini akan dijadikan agenda tahunan. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Tanggulangi Gagal Panen Pasca Banjir, Petani Melon Bersihkan...selanjutnya
20-02-2020 | 01:26 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Panen Raya, Petani Melon Ponorogo Bagikan 1,2 Ton Gratis
28-10-2019 | 16:51 wib

Peristiwa
Panen Raya Melon, Warga Rebutan Gunungan Buah Melon
17-05-2019 | 13:00 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Petani Melon Untung Besar Sekali Musim Raup Untung Puluhan J...selanjutnya
25-01-2019 | 04:46 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062