Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
Dispendukcapil Segera Jemput Bola Rekam KTP Pemilih Pemula
Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif



Mataraman
Mencoba Melarikan Diri Saat Ditangkap, Maling Ditembak Polisi
Rabu, 22-05-2019 | 12:09 wib
Reporter : Agus Bondan
Tersangka Muhamad Hanafi merupakan residivis, harus kembali merasakan pengapnya sel tahanan dan merayakan lebaran di balik jeruji besi. Foto Agus
Tulungagung pojokpitu.com  Lantaran berusaha kabur ketika hendak diamankan, seorang tersangka pelaku pencurian dengan pemberatan di Tulungagung, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan.
Pelaku Muhamad Hanafi harus menjalani operasi di RS Bhayangkara, untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di kaki kanannya. Muhamad Hanafi, terus meringis kesakitan. Warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung ini, terpaksa dihadiahi timah panas oleh Tim Resmob Macan Agung Polres Tulungagung, lantaran berupaya melarikan diri ketika hendak diamankan.

Muhamad Hanafi ditangkap atas kasus pencurian dengan pemberatan yang diduga dilakukannya, pada bulan April 2019 lalu. Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka diduga telah melakukan pencurian di rumah Sri Lukini, di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Dari rumah korban, tersangka berhasil membawa kabur 1 gawai, dan uang sebesar Rp 2,5 juta.

Berdasar catatan pihak kepolisian, tersangka Muhamad Hanafi merupakan residivis yang telah berulang kali melakukan aksi serupa. Tersangka juga pernah dipenjara atas kasus pencurian sepeda motor.

Menurut AKP Hendro Tri Wahyono , Kasatreskrim Polres Tulungagung, pihaknya mengamankan barang bukti hasil curian. Sedangkan uang hasil kejahatan, sudah digunakan untuk membeli pakaian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus merasakan pengapnya ruang tahanan. Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (pul)


Berita Terkait

Peristiwa
Melawan Petugas, Dua Spesialis Maling Motor Ditembak
22-05-2020 | 20:09 wib

Peristiwa
Aksi Maling Sepeda Gunung di Masjid Terekam CCTV
22-05-2020 | 03:11 wib

Peristiwa
Ditinggal Tarawih, Rumah Ustadz Dibobol Maling
14-05-2020 | 01:12 wib

Peristiwa
Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga Lumajang
06-05-2020 | 20:08 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062