Menpora Apresiasi PBSI Home Tournament
Xiaomi Siapkan Kejutan Ponsel Unik
Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto



Tempo Doeloe
Masjid Sewulan Saksi Penyebaran Islam di Madiun
Sabtu, 25-05-2019 | 01:09 wib
Reporter : Tova Pradana
Masjid Sewulan menjadi saksi penyebaran Islam di wilayah Madiun. Tokoh penyebar Islam bernama Kyai Ageng Basyaraiah. Foto Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com  Di Kabupaten Madiun ada sebuah masjid bersejarah. Salah satu masjid tersebut terletak di Kecamatan Dagangan.
Bangunan Masjid Sewulan dibangun sekitar tahun 1740 masehi oleh Raden Mas Bagus Harun atau Kiai Ageng Basyariyah.  Saat memasuki kawasan Masjid Sewulan Madiun , harus melewati gapura pintu masuk. Bangunan Masjid Sewulan ini masih asri dan terjaga kondisinya. Meskipun terlihat beberapa penambahan bangunan di kanan dan kiri, namun ruang utama masjid masih dipertahankan. 

Situs peninggalan Islam tertua di Madiun telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2004. Arsitektur bangunan masjid sangat kental dengan arsitektur Jawa.  Seperti masjid-masjid kuno lainnya, Masjid Agung Demak,  Masjid Kudus,  Masjid di Solo dan masjid di Yogyakarta.  Tembok masjid memiliki ketebalan sekitar 1 meter.

Bangunan utama Masjid Sewulan ditopang dengan empat pilar atau tiang dari kayu. Ukiran ukiran pada mimbar khutbah untuk imam masjid menceritakan jaman lampau di tempat penyebaran agama Islam Wilayah Madiun. Bagian atap masjid berbentuk piramida, dan memiliki berundak tiga.  Ini bermakna ada tiga tingkatan yaitu Iman, Islam , dan Ihsan. Empat tiang yang menyangga masjid memiliki arti 4 mazhab.

Di bagian depan masjid ada kolam yang berisi air. Setiap orang yang masuk ke masjid, akan melewati kolam ini supaya kakinya suci. Dulu kolam kolam ini juga dijadikan tempat pemandian oleh santri yang kerap mengaji di masjid.

Pegiatan budaya Madiun, Muhammad Baidhowi mengatakan,  tanah yang digunakan untuk pembangunan masjid merupakan hadiah dari Keraton Kartasura pada kala itu . "Kiai Ageng Basyariyah diberi tanah pardikan, karena dianggap berhasil mengembalikan Kartasura  dari tangan tentara China yang merebut keraton pada tahun 1743-1741 M," kata M Baidhowi.

DI bulan ramadan ini, pengunjung masjid semakin ramai. Umat Islam yang datang ke masjid ini selain untuk salat,  juga berziarah ke makam Kiai Ageng Basyariyah.

Mulai malam 21 ramadan, biasanya masjid Sewulan Madiun dipenuhi umat yang ingin melaksanakan salat malam menyambut kedatangan malam seribu bulan atau lailatul qadar. (pul)


Berita Terkait

Pendidikan
Diduga Selewengkan Dana Masjid , Kasun Dituntut Mundur
08-06-2020 | 17:40 wib

Metropolis
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
05-06-2020 | 18:53 wib

Info Haji
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali D...selanjutnya
01-06-2020 | 16:10 wib

Tempo Doeloe
Masjid Al Muhajirin Gedangsewu Simpan Struktur Bangunan Utam...selanjutnya
16-05-2020 | 08:23 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062