Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Resmi, Nasdem Serahkan Rekomendasi Balon Bupati Pada Gagarin
Era New Normal, Dindik Madiun Tetap Larang KBM Tatap Muka
Puluhan Guru Jalani Rapid Test, Dinkes Madiun Rekomendasikan Karantina Mandiri
Partai Gerindra Resmi Turunkan Surat Rekomendasi Untuk Calon Petahana di Pilkada Trenggalek
Rekom Gerindra Untuk Bakal Calon Bupati Bambang Haryo Masih Menjadi Teka Teki
Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Koni Jatim Gelar Rapid Tes di Malang, 3 Orang Reaktif
Razia Masker di Tuban, Sejumlah Pelanggar Kabur
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen



Peristiwa
Viral Video Brimob Hajar Pedemo, Ternyata Ini Faktanya
Sabtu, 25-05-2019 | 11:27 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com  Polri kembali membantah isu hoaks yang tersebar pascakerusuhan 22 Mei lalu di Jakarta. Setelah viral Polri mengimpor polisi dari Tiongkok, kini heboh Brimob pukuli bocah yang ikut demo hingga tewas. Dalam narasi yang viral di Twitter, korban yang dipukuli adalah anak di bawah umur berinsial RF (16). Korban disebut dihajar di sekitar masjid di Kampung Bali, Jakarta Pusat.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalami, orang yang dipukuli bernama Andriansyah alias Andri Bibir. Dia pemuda berusia 29 tahun dan masih hidup.

Dia bahkan menjadi tersangka kasus kerusuhan 22 Mei karena menyerang aparat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Andri Bibir diduga membantu pedemo dengan mengumpulkan batu dan menyiapkan air mineral untuk menghilangkan efek gas air mata.

"Batu disiapkan tersangka untuk diberikan kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan," kata Dedi di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/5) dini hari.
Andri Bibir sendiri tertangkap saat berusaha mengumpulkan batu. Ketika melihat polisi, pelaku langsung berupaya kabur.

"Langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan," kata Dedi.

Tindakan pemukulan yang dialami Andri sendiri memang benar terjadi. Hal tersebut dilakukan karena Andri melawan dan mencoba kabur.

Sebelumnya, Polri memang sudah melihat adanya video pemukulan yang viral tersebut. Kepolisian pun langsung melakukan pendalaman hingga sosok Andri Bibir terungkap. (cuy/jpnn/PUL)



Berita Terkait

Peristiwa
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Polri Menangani Kerusuhan 22...selanjutnya
27-05-2019 | 05:11 wib

Peristiwa
Doa Bersama Untuk Kedamaian Indonesia
26-05-2019 | 06:15 wib

Peristiwa
Viral Video Brimob Hajar Pedemo, Ternyata Ini Faktanya
25-05-2019 | 11:27 wib

Metropolis
Puluhan Jurnalis, Polisi, Masyarakat Komunitas Terminal Gela...selanjutnya
24-05-2019 | 18:00 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062