Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Warga Ngawi Temukan Mortir Aktif di Aliran Sungai Bengawan
Resmi, Nasdem Serahkan Rekomendasi Balon Bupati Pada Gagarin
Era New Normal, Dindik Madiun Tetap Larang KBM Tatap Muka
Puluhan Guru Jalani Rapid Test, Dinkes Madiun Rekomendasikan Karantina Mandiri
Partai Gerindra Resmi Turunkan Surat Rekomendasi Untuk Calon Petahana di Pilkada Trenggalek
Rekom Gerindra Untuk Bakal Calon Bupati Bambang Haryo Masih Menjadi Teka Teki
Butuh Uang Untuk Bertahan Hidup, Ibu Tiga Anak Jadi Pengedar Sabu-Sabu
Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo



Peristiwa
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Polri Menangani Kerusuhan 22 Mei
Senin, 27-05-2019 | 05:11 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com   Koalisi masyarakat sipil mengkritik cara kepolisian ketika menangani kerusuhan di area depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, pada 22 Mei 2019 kemarin. Sebab, cara penanganan kerusuhan kepolisian diduga melanggar peraturan.
"Tentu saja kami tidak setuju dengan kekerasan apapun, kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat dan kami tidak setuju, tetapi tidak setuju lagi, kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum," ucap Ketua Umum YLBHI Asfinawati ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (26/5).

Asfinawati mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang menerima tindak kekerasan saat kerusuhan pecah pada 22 Mei 2019. Tidak hanya itu, jurnalis dan tim medis juga mengalami tindak kekerasan saat kerusuhan pecah.

"Mulai dari tindak kekerasan, banyaknya korban, kemudian adanya juga kekerasan terhadap jurnalis, bahkan tim medis, dan ada hambatan untuk mengunjungi orang yang ditahan termasuk keluarga dan advokat," ungkap dia.

Sementara itu, Amnesty International Indonesia menyoroti penanganan kepolisian ketika menangkap oknum terduga perusuh pada 22 Mei. Sebab, para terduga perusuh juga mengalami tindak kekerasan oleh aparat kepolisian. (mg10/jpnn)


Berita Terkait



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062