Tempo Doeloe
Menelusuri Jejak Sunan Bonang, Sang Umaro Para Wali di Tanah Jawa
Rabu, 29-05-2019 | 00:10 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com  Mendengar nama Sunan Bonang, tentunya tak asing lagi terutama bagi kaum muslimin yang tinggal di jawa, khususnya Jawa Timur. Yah..! Sunan Bonang adalah salahsatu anggota wali songo, penyebar agama Islam di tanah jawa sekitar abad 14 hingga 15 silam.
Kehebatan Sunan Bonang dalam menyebarkan agama Islam kala itu, membuat namanya begitu kesohor dan terus dikenang hingga saat ini. Lalu dimanakah letak makam sunan bonang itu berada?, dan apa saja budaya dan sejarah yang masih bertahan hingga saat ini?

Komplek makam Sunan Bonang terletak 300 meter sebelah barat alun-alun dan Masjid Agung Tuban, Sunan Bonang memiliki nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim yang lahir pada 1465 masehi dan wafat pada 1525 masehi silam. Beliau adalah putra Sunan Ampel Surabaya.
 
Ihwan Hadi, pengurus komplek makam Sunan Bonang Tuban, mengatakan, Sunan Bonang berdakwah di wilayah Tuban hingga Lasem Jawa Tengah, dalam berdakwah Sunan Bonang selalu mengambil hati rakyat melalui kesenian tradisional bonang ( semacam gong kecil).

Sehingga ia dikenal sebagai Sunan Bonang, sebagai salahsatu ulama besar di zamannya, beliau ahli dibidang filsafat dan sastra jawa, salahsatu kitab yang pernah diciptakannya ialah suluk bonang.
 
"Berdasarkan keahliannya yang luar biasa tersebut, sejumlah ulama bahkan menyebut Sunan Bonang merupakan umaro atau pemimpin para wali di zaman wali songo," kata Ihwan Hadi.

Aura kehebatan sunan bonang tersebut, bahkan masih terasa hingga kini, hal ini terlihat dari adat tatakrama berziarah serta bangunan komplek makam Sunan Bonang yang sedikit berbeda dari kebanyakan wali lainnya.

Seperti bangunan cungkup yang sengaja dibuat rendah yang melambangkan penghormatan sebagai salahsatu ulama kesohor dizamannya dan setelahnya.

Sementara wujud gapura paduraksa yang membagi halaman cungkup makam menjadi tiga bagian, yang melambang kesopanan dalam bertamu dengan mengucapkan salam maksimal tiga kali.
 
"Aura kehebatan sunan bonang ini juga terlihat  setiap bulan ramadhan. Salahsatu bukti budaya peninggalan beliau yang hingga ini masih bertahan adalah membagi-bagikan bubur secara gratis kepada setiap warga yang membutuhkan," imbuhnya.
 
Tradisi mebagikan bubur yang dinamakan warga bubur suru warisan mbah bonang ini, dilakukan setiap sore menjelang waktu berbuka puasa dihalaman komplek makam.

Pembuatan bubur dilakukan oleh para pengurus yayasan komplek makam sunan bonang dengan dana berasal dari sumbangan para dermawan. 

Siti Aminah, pengantre bubur, menjelaskan, proses pembuatan bubur dimulai sekitar pukul 13 siang, dimana seluruh bahan seperti bumbu, santan kelapa, daging, serta beras telah disiapkan. Seluruh bahan itu lantas di campur dan diaduk dalam dua loyang besar. 

"Proses mengaduk bubur ini membutuhkan waktu hampir dua jam, dan bubur baru akan dibagikan ke warga sekitar pukul 17 sore," kata Siti Aminah.
 
Saat proses pembagian wargapun berbondong-bondong datang dengan membawa panci, mengantre demi mendapatkan jatah bubur suru yang nikmat khas sunan bonang.

Selain itu, bubur ini juga dipercaya mengandung banyak gizi serta bermanfaat bagi kesehatan lambung. Sebab dilengkapi dengan bumbu rempah-rempah yang masih alami.
 
"Pembagian bubur secara gratis ini akan terus berlangsung selama bulan ramadhan. Selain dibagikan cuma-cuma bagi setiap warga yang datang, bubur ini juga disediakan khusus untuk jamaah masjid setempat sebagai takjil berkbuka puasa," imbuh Siti Aminah.
 
Sementara itu, terkait letak makam Sunan Bonang yang sempat menjadi kontroversi. Bahwasannya diyakini Sunan Bonang wafat didaerah Lasem Jawa Tengah, jenazah sunan bonang sempat menjadi rebutan para santrinya di Tuban dan Bawean.

Pada saat terjadi rebutan, para santri asal Bawean hanya berhasil membawa kain kafannya saja, jenazah Sunan Bonang akhirnya tetap dimakamkan di Tuban. (yos)


Berita Terkait

Peristiwa
Jelang Haul Sonan Bonang, Tukang Becak Kebanjiran Penumpang
18-09-2018 | 13:29 wib

Tempo Doeloe
Menelusuri Jejak Sunan Bonang, Sang Umaro Para Wali di Tanah...selanjutnya
23-05-2018 | 11:36 wib

Mlaku - Mlaku
Jelang ramadhan, Makam Sunan Bonang Ramai Dipadati Peziarah
24-05-2017 | 14:06 wib

Mlaku - Mlaku
Libur Panjang, Penziarah Padati Makam Sunan Bonang
25-12-2016 | 20:02 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062