Opini
Benteng Kedung Cowek Tetaplah Kau Berdiri Disana
Senin, 03-06-2019 | 23:48 wib
Reporter : Nanang Purwono
Surabaya pojokpitu.com  Di tengah tengah tersiarnya kabar jatuhnya bangunan bersejarah, Benteng Kedung Cowek ke tangan pihak swasta sungguh membuat para pemerhati dan pecinta sejarah Surabaya "bergolak". Jejaring sosial FB menjadi laman lalu lintas komentar berbagai pihak, yang bebas mengungkapkan rasa keprihatinan mereka akan nasib buruk yang bisa jadi menimpa benteng pantai, yang dibangun oleh Zeni tentara Belanda tahun 1900.
Sebuah diskusi pun dirancang untuk membahas nasib benteng Kedung Cowek. Judulnya "Benteng Kedung Cowek, Sebuah Fraqmentasi Berkelanjutan". Seorang arsitek, Nisita Hapsari, yang pernah melakukan penelitian di situs benteng Kedung Cowek, dijadwalkan akan berbicara di forum diskusi mendatang, yang rencananya berlangsung di hotel Mojopahit pada 9 Juni 2019.

Ady Setyawan, pendiri komunitas Roodebrug Soerabaia, melalui bukunya "Benteng Benteng Surabaya" yang juga mengupas secara khusus keberadaan benteng Kedung Cowek, akan memberi presentasi terkait keberadaan Benteng Kedung Cowek. Bahkan ia melampirkan blue print rencana pembangunan benteng, yang disyahkan oleh pejabat Genie berpangkat Kapten di Batavia pada 15 Januari 1900.

Nanang Purwono (penulis), yang juga menulis tentang fortifikasi, perbentengan di Surabaya, "Benteng Benteng Soerabaia", juga dijadwalkan akan memberikan pandangan tentang keberadaan benteng Kedung Cowek sebagai aset berharga kota pahlawan.

Di tengah tengah kegalauan itu, seorang kawan TNI AD yang berdinas di Kodam mengatakan bahwa saat ini kawasan kedung cowek masih merupakan bagian aset dari TNI AD. Kedepan kawasan tersebut akan dijadikan sebagai pengembangan satuan baru dengan tetap mempertahankan Benteng sebagai kawasan wisata sejarah dan wisata pendidikan.

Ia menambahkan bahwa lahan seluas sekitar 7 hektar di bibir pantai timur Surabaya, yang tidak jauh dari kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya ini, bersertifikat dan berada dalam fungsi pengawasan Zidam V/Brawijaya, bahwa lahan Benteng Kedung Cowek ini merupakan asset TNI AD dalam hal ini Kodam V/Brawijaya.

Sudah beberapa kali pihak Kodam datang ke lokasi benteng. Selain dalam rangka bersih bersih bersama komunitas, ia juga melakukan penelitian dan mengkaji lokasi benteng sebagai lokasi pengembangan satuan baru di lingkungan Kodam V Brawijaya untuk rencana pemanfaatan lahan Kedung Cowek Surabaya.

Ia menambahkan bahwa ada staf-staf khusus terkait dengan pemanfaatan aset Kedung Cowek. Staf yang bertugas memanfaatkan dan mengawasi aset lahan di seluruh jajaran Kodam V/ Brawijaya, termasuk lahan benteng Kedung Cowek adalah staf Logistik Kodam dan Zeni Kodam. Kemudian staf, yang terkait dengan pembinaan Museum, Monumen dan Tradisi (Musmontra) adalah kewenangan tugas dan fungsi dari Bintal Kodam, yang berkantor di Jl. Suropati, Malang.

Semangat para pegiat sejarah Surabaya yang bergerak cepat dan reaktif terhadap bahaya yang mengancam keberadaan situs bersejarah Benteng Kedung Cowek. Karenanya ia membuka dan menyambut komunikasi dan kolaborasi untuk menjaga dan melestarikan bentang Kedung Cowek sebagai saksi bisu pertahanan arek arek Surabaya di pesisir timur Surabaya.


Berita Terkait

Metropolis
Perjelas Status Benteng Kedung Cowek, Pangdam Terima Audensi...selanjutnya
03-07-2019 | 19:15 wib

Metropolis
Ratusan Warga Sukarela Bersih Benteng Kedung Cowek
17-06-2019 | 13:00 wib

Opini
Benteng Kedung Cowek Tetaplah Kau Berdiri Disana
03-06-2019 | 23:48 wib

Tempo Doeloe
Benteng Kedung Cowek Saksi Sejarah yang Nyaris Terlupakan
14-12-2015 | 01:31 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062