Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto



Pantura
Tradisi 2 Syawal, Barong Ider Bumi Penolak Bala
Jum'at, 07-06-2019 | 21:26 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com  Di hari kedua Lebaran, masyarakat suku Using Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menggelar tradisi Bersih Desa Barong Ider Bumi, Kamis sore. Tradisi ini dipercaya masyarakat sebagai ritual tolak bala agar desa terhindar dari malapetaka, sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar warga saat Lebaran. Tradisi ini berlangsung meriah, ratusan wisatawan menyemut memadati jalanan desa untuk menyaksikan arak-arakan barong keliling kampung.
Berita Video : Tradisi 2 Syawal, Barong Ider Bumi Penolak Bala
Barong Ider Bumi adalah ritual tolak bala yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat suku Using Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi sejak ratusan tahun lalu sebagai tradisi bersih desa dan tolak bala. 

"Ritual ini digelar setiap 2 Syawal, atau lebaran di hari kedua. Ritual adat Barong Ider Bumi diawali dengan prosesi sembur uthik-uthik, yakni prosesi melempar uang receh yang dicampur beras kuning, dan bunga. Prosesi ini melambangkan usaha warga untuk membuang sial," ungkap Miftahul Huda, anak Desa Kemiren.

Tradisi ini ditandai dengan mengarak barong keliling kampung. Barong yang dipercaya masyarakat setempat sebagai mahluk mitologi penjaga desa dibawa keliling kampung dengan diiringi musik tradisional kuntulan, dengan harapan barong tersebut bisa mengusir segala hal jahat penggangu desa. Ikut dalam iring-iringan beberapa kesenian lain seperti Gandrung Jakripah, Jaran Kencak, Pitik-Pitikan, Tapekong hingga Jaranan Buto.

Tradisi ini berlangsung meriah. Ratusan masyarakat dari berbagai daerah datang memenuhi jalan desa untuk menyaksikan Barong Ider Bumi. Tradisi yang hidup sejak ratusan tahun lalu ini tetap lestari hingga saat ini. 

"Kearifan lokal tetap harus dilestarikan meski berkembangnya zaman yang sudah sangat modern. Kearifan lokal yang dibangun para leluhur ini dimaksudkan agar masyarakat tetap menjaga keseimbangan alam, dan berkehidupan," kata Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi.

Setelah arak-arakan barong keliling kampong, masyarakat duduk bersama di jalan-jalan kampung untuk menggelar selamatan. Mereka secara bersama-sama memanjatkan doa agar desa terhindar dari bencana. Ritual ditutup dengan makan bersama tumpeng pecel pithik yang dimasak oleh masyarakat secara swadaya.(end)


Berita Terkait

Life Style
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di...selanjutnya
05-07-2020 | 00:23 wib

Sosok
Demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Corona, Disabilitas In...selanjutnya
28-06-2020 | 17:00 wib

Ekonomi Dan Bisnis
Selama Pasar Induk Jadi Klaster Covid-19, Tak Ada Aturan Gan...selanjutnya
12-06-2020 | 15:11 wib

Peristiwa
Hasil Rapid Tes Covid-19, Belasan Pedagang Pasar Tradisional...selanjutnya
11-06-2020 | 13:52 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062