Penjualan Seragam Sekolah Menurun Hingga 75 Persen
Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI



Peristiwa
Move On dari Teror, Muslim Selandia Baru Berlebaran dalam Keceriaan
Minggu, 09-06-2019 | 08:11 wib
Reporter :
Selandia Baru pojokpitu.com  Warga muslim Selandia Baru merayakan Hari Raya Idul Fitri 2019 penuh kegembiraan. Tragedi penembakan di dalam Masjid di Christchurch pada Maret lalu seolah sudah dilupakan.
Tak ada ketakutan yang melanda warga muslim Selandia Baru dalam meryakan Lebaran tahun ini. Justru, tragedi di Christchurch justru membuat relasi masyarakat muslim dengan pemeluk agama lainnya semakin erat.

Toleransi antarumat beragama di Christchurch semakin meningkat. Saat warga muslim merayakan hari Lebaran, nonmuslim turut memberikan ucapan selamat. Seperti dikutip dari TVNZ, untuk menghormati korban serangan teror masjid di Christchurch, seluruh lapisan masyarakat di sana berbaur dengan warga muslim merayakan Lebaran.

Sekitar 500 warga muslim berkumpul di Christchurch pada Kamis (6/6) waktu setempat untuk merayakan Idul Fitri. Perayaan digelar di Kompleks Olahraga Pioneer mulai pukul 07.00 waktu setempat, dimulai dengan ibadah salat Ied. Setelah itu, warga muslim menikmati sajian makanan bersama dengan pemeluk agama lain. Mereka berbaur dalam kegembiraan.

Itu merupakan momen istimewa di Christchurch. Banyak warga muslim dan nonmuslim yang berkumpul dan berbaur merayakan Lebaran bersama. Sebelumnya jumlahnya tak terlalu banyak.

"Di Christchurch, muslim memang sedikit. Tapi, mereka memiliki banyak saudara," ungkap jamaah Mohammad Hossain kepada 1News. "Jadi sebagian besar muslim tinggal di sini dan berkumpul bersama dan melakukan doa bersama dengan komunitas nonmuslim," tambahnya.

Sementara itu, seorang pelajar muslim bernama Shahen Feroz, menggambarkan pertemuan itu sebagai momen yang sangat istimewa. Setelah kehilangan orang-orang yang mereka cintai, kini mereka berdoa bersama bagi para korban.

Di belahan lain Selandia Baru, tepatnya di Kota Nelson, laman Stuff memberitakan warga muslim di sana juga merayakan Lebaran dengan sukacita. Warga muslim di Nelson merayakan Lebaran dengan doa, kue, dan cokelat.

Jamaah dari Wakatu Muslim Associaton (NWMA), wadah komunitas muslim di Nelson berkumpul untuk merayakan Idul Fitri bersama. Sekretaris NWMA, Nissa Mowjood mengatakan Idul Fitri seperti halnya hari Natal yang dirayakan warga nasrani. Maksudnya, mereka bisa merasakan kedamaian dan keindahan berbagi seperti yang dilakukan masyarakat nasrani saat merayakan Natal. Asosiasi ini memiliki anggota dari seluruh dunia dan terdiri dari berbagai usia dan etnis.

Muslim di Nelson setelah ibadah salat subuh dilanjutkan dengan salat Ied. Mereka kemudian saling berpelukan dan mengucapkan selamat Idul Fitri. Pelbagai jenis hidangan disajikan seperti falafel, buah, roti panggang dan daging halal.

Anggota Komite Sosial, Farida Tup mengatakan bahwa selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri adalah waktu untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang Allah minta dan yang mereka lakukan. "Ini tentang melatih kembali diri kita sendiri, tidak hanya makan dan minum sampai matahari terbenam," ungkapnya.

Hal sama dikatakan Omer Hajelssedig, salah satu dari tiga pimpinan NWMA yang bertanggung jawab untuk memimpin doa setiap malam selama bulan suci Ramadan. Dia mengatakan bahwa Ramadan adalah tentang fokus kehidupan rohani ketimbang duniawi.
"Ini seperti salat biasa, tetapi beberapa kali, kami membaca Alquran lebih lama dari biasanya," ungkapnya. (jpc/end)




Berita Terkait

Marhaban Ya Ramadhan
Gus Amik : Tak Ada yang Kebetulan, Pandemi Covid-19 Ujian Al...selanjutnya
24-05-2020 | 11:08 wib

Peristiwa
597 Napi Terima Remisi Hari Raya Idul Fitri
22-05-2020 | 17:28 wib

Peristiwa
Safari Idul Fitri, Kapolres Sidoarjo Sambang Kyai dan Tokoh ...selanjutnya
09-06-2019 | 09:15 wib

Peristiwa
Move On dari Teror, Muslim Selandia Baru Berlebaran dalam Ke...selanjutnya
09-06-2019 | 08:11 wib



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami
| Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber

©2014 Pojok Pitu Jln. A.Yani 88 Surabaya Telp. (031)-8202012 Fax. (031)-8250062